Best of Indonesia - Sport & Adventure - 438 Hits

Kalau dipikir-pikir, tiap weekdays, lima kali seminggu biasanya kita pulang pergi dari rumah ke kantor atau kampus atau sekolah, itu ternyata kita ngebuang waktu 1,5 - 3 jam di jalan untuk sekali jalan. Dirasa-rasa kok agak sayang ya ngebuang waktu 1,5 - 3 jam dengan cuma ngelongo di jalan raya ibukota sambil berusaha sekuat hati menghibur diri supaya ga jadi sedih karena keadaan ini. Padahal, dengan waktu 3 jam yang kamu habiskan sia-sia ini, kamu bisa melakukan banyak hal seru di luar sana yang bahkan akan membuat waktu 3 jam terasa kurang. Buat ngehibur kamu sedikit, berikut kita kasih rekomendasi 9 hal seru di Indonesia yang bisa kamu lakuin dalam waktu 3 jam daripada cuma terjebak macet sambil sumpah serapah dan ngeluhin jalanan yang ga tiba-tiba jadi lowong juga. 

 

1. MENGEJAR SUNRISE DI GUNUNG BROMO, JAWA TIMUR

Ini dia salah satu spot terbaik untuk ngeliat sunrise di Indonesia dan salah satu tempat terbaik untuk ngehabisin waktu 3 jam daripada cuma duduk pegel kejebak macet di jalanan Jakarta. Gunung Bromo ada di 4 kabupaten yaitu Pasuruan, Probolinggo, Malang, dan Lumajang. Tapi biasanya, kalau orang-orang dari luar Jawa Timur mau ke Bromo, mereka merencanakan untuk ke Bromo melalui Malang.

via gogirlmagz.com

Sunrise di sini terkenal karena keindahannya, kamu bakal liat latar belakang warna langit gradasi dari biru tua sampe muda dengan semburat-semburat merah plus garis berwarna golden di bagian bawah. Belum lagi ada barisan Gunung Widodaren, Semeru, Batok, dan Bromo beserta kaldera-kalderanya yang diselimuti kabut yang menambah sempurna pemandangan sunrise di Bromo. Magis! Bakal bikin kamu nyebut berkali-kali!

via gunungbromo.com

Ada 2 tempat paling populer untuk kamu lihat sunrise di Bromo yaitu Pananjakan 1 dan Pananjakan 2. Kebanyakan pengunjung biasanya lihat sunrise dari Pananjakan 1 yang lokasinya lebih tinggi dan adanya di sebelah Barat, di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Kalau kamu lihat sunrise-nya dari sini, kamu akan mendapatkan pemandangan Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Kursi, dan Gunung Batok.

via bromotravelguide.co

Sementara Pananjakan 2 merupakan alternatif untuk melihat sunrise kalauPananjakan 1 lagi ga bisa dikunjungin, misalnya karena ada tamu negara. Lokasi Pananjakan 2 adanya di Desa Seruni, Sukapura. Walaupun baru diresmikan beberapa tahun lalu oleh Bupati Probolinggo, Puncak Pananjakan 2 ini sempat ditutup karena tanah longsor. Tapi tenang Gaes, sudah diperbaiki kok jalanannya dan fasilitas lainnya, jadi sekarang udah dibuka lagi untuk umum.

via bromotravelguide.co

via wisatabromojatim.com

Karena sudah terlalu populer, siap-siap dengan keramaian di tempat orang-orang berkumpul untuk melihiat sunrise. Kalau mau liat sunrise di tempat yang lebih sepi, ada baiknya kamu ke Pananjakan 2 yang merupakan alternatif terbaik. Orang lebih sedikit ke sana, juga karena medan ke Pananjakan 2 lebih berat. Ga usah takut dapet pemandangan yang kurang oke, karena sebenernya pemandangan yang bisa dilihat di Pananjakan 2 sama-sama aja cuma dari sisi yang berbeda.

via bromoguide.com

Kalau Pananjakan 2 ternyata sudah ramai juga, tenang, masih ada tempat lain yang tidak sepopuler Pananjakan 1 dan 2 untuk melihat sunrise di Bromo yaitu Bukit Mentigen yang ada di Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura, Probolinggo. Dari sini kamu bisa melihat sisi lain dari pemandangan Gunung Bromo, Gunung Batok, dan hamparan padang pasir dari ketinggian 2.273 mdpl. Butuh melewati 8 km dari Cemoro Lawang untuk sampai ke sini dengan jalur yang cukup terjal.  

via agentwisatabromo.com

via wisatagunungbromo.com

Untuk mulai hunting sunrise, kamu udah harus jalan sekitar jam 03.00 pagi ketika masih gelap, dengan catatan kamu menginap di kawasan Bromo, bukan di Malang. Untuk sampai ke lokasi melihat sunrise ini, kira-kira perlu waktu sekitar 1 jam dengan naik Jeep karena kondisi jalannya menanjak, ga mulus, dan berkelok-kelok. Kamu perlu merogoh kocek mulai dari Rp 550.000 (Januari 2017) untuk satu Jeep yang bisa diisi 4-5 orang. Sewa tersebut hanya untuk destinasi Dari Cemoro Lawang/Sukapura ke Pananjakan 1 & Kawah Bromo.

via instagram.com/geeseptrina

via ijencrater.com

via instagram.com/foreverfreebird

Kalau kamu sudah sampai di Pananjakan, udah deh tinggal cari spot untuk ngeliat matahari terbit yang paling oke. Penting untuk diketahui bahwa di sini posisi benar-benar menentukan prestasi. Posisi kamu di lokasi sunrise akan menentukan hasil jepretan kamu, apakah hasilnya akan sempurna tanpa pengunjung lain yang jadi photo bomb di dalam frame atau malah didominasi oleh kerumunan orang-orang yang sedang menikmati sunrise. Maka dari itu, salah satunya kunci adalah dengan bangun lebih pagi dan ambil tempat yang paling pas. Ga apa-apa kelamaan kedinginan nungguin matahari muncul daripada harus kecewa karena yang dilihat cuma punggung pengunjung lain. Ya kan?

via instagram.com/suhaahus

via instagram.com/tripindonesia_arthenistravel

Kira-kira jam 6 pagi, kerumunan akan mulai bubaran karena langitnya berangsur-angsur mulai cerah dan terang, tapi tetep bagus kok kalau mau difoto juga.

via paketwis.com

Selesai deh hunting sunrise Bromo kamu. Worth it kan 3 jam kamu di sini untuk nungguin sunrise daripada nungguin jalanan macet yang ga kunjung lowong. Anyway, biasanya sih pengunjung yang udah kadung sampai ke Bromo, ga mau nyia-nyiain kunjungan dengan liat sunrise aja, tapi lanjut lagi untuk mengunjungi kawah Bromo beserta lautan pasirnya. Kamu bisa ke beberapa tempat di sekitaran Bromo dengan naik Jeep sewaan kamu pada trip sunrise sebelumnya.  Sayangnya, untuk main ke kawah Bromo Jeep yang kamu tumpangi hanya boleh parkir paling dekat 2 km dari lokasi awal pendakian. Yah itung-itung pemanasan sebelum nantinya naik tangga dalam jumlah yang banyak untuk sampai kawah Bromo. Untuk yang mager, tenang aja karena  kamu bisa nyewa ojek motor sekitar Rp 20.000 (April 2016).

via 5osial.com

Alternatif transportasi lain untuk kamu yang mager jalan, bisa naik kuda di sini Gaes. Tarif untuk kamu sewa kuda sampai ke atas adalah Rp 50.000 (Juni 2016) untuk sekali jalan.

via tripvisto.com

via instagram.com/davonevmt

Selain main ke kawah Bromo, kamu juga bisa datengain dan foto-foto di padang savana yang sering disebut-sebut sebagai Bukit Teletubies. Bukitnya hijau dan terlihat berlapis-lapis layaknya si Bukit Teletubies itu. Pokoknya sabi buat fotoan.

via telusurindonesia.com

Terus lanjut untuk ke spot Pasir Berbisik yang pernah dijadikan lokasi shooting film Pasir Berbisik. Di spot ini anginnya lumayan kencang dan akan ngebawa pasir-pasir ketika berhembus, jadi jangan lupa pakai kacamata ya Gaes supaya ga kelilipan pasir. FYI, di spot ini kamu bisa cobain olahraga sandboarding semacam selancar di atas pasir Gaes!

via instagram.com/framebyrocky

via instagram.com/ciwek_r

Terakhir, kamu juga bisa datengin Pura yang dijadikan tempat ibadah oleh orang Suku Tengger yang beragam Hindu, namanya Pura Luhur Poten. Pura yang dilatar belakangi gunung ini bagus banget kalau diabadikan dalam foto dan karena sangat sakral, kamu harus menjaga tindakan yaa kalau kesini. ?

via instagram.com/arifahmah

via vebma.com

 

Detail Informasi
Harga : tiket masuk Bromo mulai dari Rp 27.500 per orang untuk wisatawan lokal
Alamat : Gunung Bromo, Podokoyo, Tosari, Pasuruan, Jawa Timur
Kontak : 0341 - 491828

 

2. BELAJAR SURFING DI CIMAJA, SUKABUMI

Adanya di Sukabumi, ga jauh-jauh banget lah dari Jakarta. Tapi ternyata Pantai Cimaja ini udah go international loh, populer di kalangan peselancar internasional yang biasanya datang kesini karena ada acara tahunan yaitu International Surfing Championship. Selain itu, suka ada banyak acara surfing lain digelar di Cimaja, misalnya kaya yang di bawah ini Gaes.

via baliwaves.com

via surfersvillage.com

Di Pantai Cimaja, selain untuk peselancar pro, juga pas banget kalau kamu yang newbie mau coba belajar surfing di sini karena ombaknya termasuk aman untuk kalangan pemula, jadi kemungkinan kamu akan kebawa ombak sangat kecil, walaupun, ada sisi pantai yang ombaknya tinggi-tinggi dan ramai sama orang lokal dan bule-bule yang udah jago surfing. Belajar surfing di sini ga perlu lama-lama, cukup 2-3 jam aja kamu dijamin udah mulai terbiasa dan bisa berdiri di atas ombak. Pokoknya seru deh, coba bayangin kalau di Jakarta 3 jam gitu kamu paling cuma bisa manyun sambil mikir elus-elus dada ngadepin macetnya ibukota.

via pemburuombak.com

Warga di sekitar Pantai Cimaja pada jago-jago surfing, sampe-sampe kamu akan amazed sama warlok yang masih anak-anak yang udah jago mengatasi ombak-ombak dengan tetap berdiri di atas papan. Makanya, banyak pelatih lokal yang menawarkan jasa untuk ngajarin berselancar di sini. Bahkan, ada salah satu warlok yang merupakan tim dari Quiksilver sampai buka sekolah surfing di sini, Gaes!

via hallobandung.com

Katanya, kalau awal-awal belajar surfing harus pakai papan yang besar supaya lebih mudah untuk jaga keseimbangan pas di laut. Pertama-tama kamu akan diajarin teknik-tekniknya di darat dulu, baru nanti bisa praktek di laut.

via putridwiandari.com

via putridwiandari.com

Nah, karena papannya besar, hati-hati jangan sampai kejedot sama papan ini pas di laut Gaes, dijamin langsung puyeng. Makanya, pas berasa mau jatuh, kamu harus langsung buang badan ke samping kiri atau kanan, jangan ke depan atau belakang.

via putridwiandari.com

Walaupun biasanya turis-turis yang datang pas weekend udah bawa papannya sendiri, kamu ga usah takut kalau belum punya peralatan surfing. Ada banyak toko peminjaman papan selancar dan peralatan lainnya, salah satunya adalah toko yang dikelola oleh Mang Dede Suryana yang berhasil meraih juara 1 pada kompetisi surfing internasional.

via jejakkurcaci.com

Asiknya lagi, ga cuma ombaknya yang gokil, sunset-nya juga bagus disini. Jadi kalau kamu kesini ramean terus ga semuanya mau belajar surfing, bisa puas juga dengan nikmatin matahari terbenam sambil duduk-duduk di pinggir pantainya.

via kpmjawabarat.blogspot.co.id

Kalau kamu mau belajar surfing ke sini, disarankan untuk datang pada bulan Mei sampai Oktober, karena pas bulan-bulan itu, ketinggian ombaknya stabil. Untuk jamnya, enakan dari pagi hari sampai kira-kira jam 11, karena kalau udah siangan lagi ombaknya udah kurang ens dan kemungkinan besar badan kamu akan kebakar karena pas banget mataharinya lagi di atas kepala..

via surftravel.com.au

via m.tempo.co

Another thing to enjoy adalah penginapannya. Ada salah satu penginapan yang paling hits disini namanya Karang Aji Beach Villa. Bentuknya unik kaya rumah pohon gede dengan arsitektur dari kayu-kayu.

via instagram.com/viikanizarwan

Lokasinya sebenernya ada di tepi jalan, tapi adanya di atas bukit. Jadi kamu bisa nikmatin pemandangan pantai dari atas. Ditambah, di penginapan ini banyak tempat buat santai-santai dengan kursi kayunya yang bisa dibuat selonjoran dan ditempatin pas di tempat yang pemandangannya superb.

via instagram.com/evaafa

via instagram.com/aguynamedridwan

Penginapannya juga punya restoran yang bangunannya terpisah dari area kamar dan letaknya di lantai atas. Pas masuk, kamu bisa ngerasain ambience lokal dimana bangunannya dari kayu dan ada gambar-gambar serta lukisan di sekelilingnya. Selain itu, ada beberapa spot di area restoran yang luas ini untuk kamu santai-santai sambil nikmatin pemandangan.

via kaniadachlan.com

via instagram.com/brendabebenn

Pemandangan bagus dan tempat menginap yang instagram-able ini jadi favorit orang-orang juga karena harganya terjangkau Gaes. Kamu bisa bermalam di sini dengan harga mulai dari Rp 265.000 untuk dua orang sudah berikut dengan sarapan yang bisa kamu santap di restorannya.

via pegipegi.com

via instagram.com/nteeeph

 

Detail Informasi

 Harga : Rp. 200.000 (2014) untuk sekali latihan kira-kira 2 jam

Alamat : Pelabuhan Ratu, Jawa Barat

Kontak : -

 

3. PACU ADRENALIN DENGAN ROCK CLIMBING DI CITATAH, BANDUNG

Aktivitas Rock Climbing ini cocok untuk kamu yang super adventurous dan suka olahraga alam karena dapat memacu adrenalin kamu. Tebing batu di Citatah katanya adalah area kapur tertua di Pulau Jawa, dimana di area ini terdapat berbagai perbukitan kapur luas yang sebenernya bisa kita lihat saat sedang perjalanan menuju Bandung dari Jakarta karena area ini dilintasi jalan utama Jakarta-Bandung.

via jakportal.com

Kata pemanjat yang udah pernah ke Tebing Citatah ini, karakteristik tebing yang terbuat dari batuan karst dan cacat-cacat yang ada di tebing ini lumayan menantang untuk dipanjat. Sayangnya, di kawasan Tebing Citatah terjadi penambangan tebing karst secara berlebihan. Makanya Gaes, cepat-cepat kesini sebelum tempat tebing batu yang biasanya buat rock climbing ?ini hilang ditambang..

via superadventure.co.id

Selain jadi tempat latihan Kopassus, tebing Batu di Citatah biasanya didatengin sama kelompok pecinta alam kampus Jakarta & Bandung. Selain untuk latihan anggota, juga untuk seleksi calon anggota baru yang bisa kelihatan stamina dan mentalnya lewat jajal tebing di Citatah ini. Kalau dari daerah Bandung, cuma perlu waktu sejam untuk sampai kesana, kalau dari Jakarta yaa kira-kira 3 jam-an lah. Makanya jadi aktivitas favorit mahasiswa pecinta alam Jakarta & Bandung karena aktivitasnya menantang, dekat dan ternyata harganya juga terjangkau.

via inisayadanhidupsaya.wordpress.com

via sportourism.id

Ada 3 tebing yang memiliki ketinggian berbeda-beda yaitu Tebing Citatah 48, Tebing Citatah 90, dan Tebing Citatah 125. Buat yang udah expert, biasanya sih yang dijajal adalah Tebing Citatah 125 dengan melakukan beberapa teknik seperti Face Climbing, Jamming, serta Bridging untuk bisa memanjat tebing 125 meter ini. Pada tebing ini, kontur bebatuannya berasal dari Batuan Andesit dan Marmer.

 

via travel.kompas.com

Tapi kalau masih pemula, biasanya diajak ke Tebing Citatah 48 yang terletak di Desa Cipatat. Kalau kamu dari Jakarta mau naik kendaraan umum, tinggal naik bus jurusan Bandung yang rutenya lewatin Puncak, terus bilang sama kenek bis untuk turun di Tebing Citatah 48. Anyway, walaupun untuk rock climber pemula, tapi tetap harus siap-siap mental. Karena untuk sampai ke tempat manjatnya aja, kamu harus melewati jalan turun yang curam di bebantuan dengan bantuan tali.

via inisayadanhidupsaya.wordpress.com

via inisayadanhidupsaya.wordpress.com

Buat kamu yang sama sekali blank tentang rock climbing tapi pengen banget nyobain, coba aja dateng kesini untuk langsung manjat atau ikut kursusnya dulu. Untuk ikut keduanya, kamu harus siapin fisik dan mental yang oke. Energi kamu akan terkuras bahkan saat baru sampai pitch atau bagian curam tebing pertama. Buat gambaran, pada pemanjatan Tebing Citatah 125 oleh mahasiswa pecinta alam yang baru pertama kali memanjat, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke pitch pertama. Capek sih, bahkan lebih capek daripada nunggu macet dari mobil, tapi jauh lebih menantang, ga boring dan apa yang bakal kamu lihat juga jauh lebih menggugah. Dari pitch pertama ini, kamu udah bisa dapet pemandangan superb yang isinya hamparan area Padalarang dengan kawasan kapurnya dan rumah-rumah yang terlihat kecil.

via instagram.com/5syahputra

via galihsedayu.wordpress.com

Kalau mau kesini, jangan lupa siapin peralatannya Gaes. Kalau kamu newbie, yang paling penting sih jangan lupa bawa pakaian dan sepatu untuk olahraga. Kalau udah lebih mahir, biasanya sudah punya beberapa peralatan yang diperlukan untuk manjat seperti helm, sepatu panjat, kernmantle rope, sling, seat harnest, kantung kapur, palu, sarung tangan, dan carabiners.

via instagram.com/jerrymavr

via instagram.com/adicumisastroputro

 

Detail Informasi

Harga : Rp 100.000 (2015) per orang untuk kuota 3-5 orang

Alamat : Tebing Citatah, Bojong Loa, Cipatat, Bandung Barat 40554

Kontak : -

 

4. RAFTING RAME-RAME DI SUNGAI CITATIH, SUKABUMI

Nama daerah pada poin ini walaupun beda tipis sama poin sebelumnya, Citatih sama Citatah, tapi kamu akan mendapatkan pengalaman yang sepenuhnya berbeda karena di Citatih ini, kamu akan bermain-main air alias rafting Gaes. Rafting itu kegiatan mengarungi alur sungai yang berjeram dengan menggunakan wahana tertentu seperti perahu karet dan dayung.

via lidesta.wordpress.com

Kegiatan ini berbeda dengan wahana arung jeram yang ada di Dufan, karena kamu harus mendayung ramai-ramai dan arusnya lebih gokil. Selain itu, kamu juga harus pinter-pinter ngejaga keseimbangan perahu supaya ga terbalik pas mengarungi jeram-jeramnya.

via youtube.com/Tinok Karamoy

Sebenernya ada beberapa sih spot rafting lain yang lokasinya juga di deket Jakarta, tapi katanya di Sungai Citatih ini yang berkesan karena banyak jeramnya. Jadi makin bisa teriak-teriak seru-seruan setiap kali perahu karet kamu ngejegluk.

via kalakaymunthank.wordpress.com

Di Sungai Citatih ini, tingkat kesulitan untuk rafting-nya mencapai Grader 3 Plus, sedikit lebih sulit dibanding saudaranya yaitu Sungai Citarik yang tempatnya berdekatan. Tapi kamu gausah takut, karena kamu akan dipandu oleh guide profesional yang sudah berpengalaman.

via backpackerindonesia.com

Untuk programnya, biasanya dibagi-bagi menurut jarak, ada yang 9km, 12km, 22km, sampai 26km. Tergantung kamu maunya yang mana, kalau masih baru-baru lebih baik coba yang 9km dulu yang akan memakan waktu kira-kira 2 jam atau sama dengan waktu yang kamu habiskan untuk nungguin macet di Jakarta tapi kegiatan yang dilakukan jauh lebih seru! Tapi kalau mau teriak-teriaknya lama ya ikut yang program 26km. Dengan catatan, kamu datang kesini minimal 5 orang karena ga seru dan ga bisa juga kalau satu perahu karet isinya cuma kamu sama abang guide-nya aja.

via lakupon.com

via pipitindahmentari.com

 

Detail Informasi

Harga : mulai dari Rp 270.000 per orang untuk kuota minimal 5 orang

?Alamat : Sungai Citatih, Sukabumi

Kontak : -

 

5. MANJAIN MATA DENGAN PEMANDANGAN SUPER OKE SAAT TREKKING DI PULAU KOMODO

Aktivitas lain yang memakan waktu sekitar 1,5 - 3 jam yang jauh, jauh lebih asyik daripada nungguin macet di Jakarta adalah trekking di Pulau Komodo. Berjam-jam trekking disini akan kamu habiskan dengan ngeliatin hamparan padang rumput, laut, bukit-bukit dan komodo instead of mobil, motor, gedung atau badut lampu merah.

via komodoaventure.fr

Pertama-tama kamu masuk ke dalam untuk lapor dan membayar tiket masuk yang harganya beda antara turis lokal dan asing, sekaligus bayar biaya ranger yang akan selalu siap siaga kalau ada apa-apa antara kita dan Komodo. Di pos ini, kamu dan rombongan bebas mau milih jalur trek yang short, medium atau long. Pertimbangannya, kalau makin panjang jalurnya ya kesempatan ketemu Komodo nya lebih besar plus makin lama waktu untuk kamu manjain mata dengan pemandangan super oke di Pulau Komodo ini. Sebagai gambaran, untuk medium trekking kira-kira akan menghabiskan waktu 1,5 - 2 jam.

via azwisata.com

via jambulkuning.blogspot.co.id

Kalau sudah milih jalur trekking, udah well set tinggal jalan deh bareng ranger yang bawa-bawa tongkat kayu ini kemana-mana untuk jaga-jaga kalau ketemu Komodo yang jaraknya terlalu dekat dan seakan mau nerkam kita. Komodo sangat peka sama bau daging dan darah, jadi kalau ada di antara rombongan kamu yang lagi datang bulan atau ada luka, lebih baik tunggu di pos depan aja. ?

via tripadvisor.com

via aswearindonesia.blogspot.co.id

Dan satu lagi tipsnya adalah jangan keasyikan sendiri sampai misah dari rombongan. Katanya, dulu pernah ada turis yang misah dari rombongan, terus pas turnya selesai dan rombongannya sadar kemudian dicari, yang ketemu cuma kameranya aja.. horor kan.

via wisatakomodotours.com

Kamu akan mendaki bukit melewati savanna ketika trekking di Pulau Komodo. Mata kamu dimanjain banget dengan pemandangan selama trekking. Apalagi ketika udah sampai ke puncak yang namanya Sulphurea Hilltop, wow. Kamu dapat angle eagle eye yang bisa melihat segalanya yang ada di bawah kamu.

via goodreads.com

via tripadvisor.com

via wisatakomodotours.com

Kalau kamu udah sampe Pulau Komodo, kamu juga harus ke destinasi tandemannya yaitu Pink Beach yang ada ga jauh dari Pulau Komodo. Setelah trekking naik turun yang lumayan cape, kamu bisa leyeh-leyeh di Pink Beach yang pasir pantainya pink. Bebas sih mau leyeh-leyeh di pasir atau air laut yang bisa buat ngambang-ngambang cantik karena airnya tenang. Tapi hati-hati Gaes karena katanya, Komodo juga hewan yang jago berenang dan mereka bisa aja berenang sampai ke Pink Beach ini..

via 1001wisata.com

via instagram.com/ceritagunawan

Pulau Komodo adalah pulau terbesar di Kepulauan Komodo dan dihuni oleh masyarakat yang tinggal di Kampung Komodo. Orang-orang yang tinggal di sini kebanyakan dari lahir udah biasa hidup berdampingan sama Komodo, walaupun sebenernya terancam bahaya juga sih. Ada beberapa peristiwa dimana orang di kampung ini pernah jadi mangsa Komodo yang kebanyakan adalah anak kecil dan orangtua.

via photobucket.com

via floresxp.com

Kalau kamu mau ngerasain gimana hidup side by side sama hewan purba ini, kamu bisa juga menginap di Kampung Komodo. Ada beberapa rumah yang dijadikan homestay oleh warga untuk menambah pendapatan. Rumah-rumah panggung dari kayu ini siap menampung kamu beristirahat dan jangan lupa bawa jaket karena malam hari di sini bisa buat kamu menggigil.

via tazran.com

via menikmatiindonesia.com

Kamu akan terharu sama keramahan warga di sini. Bahkan dari mulai anak-anak mereka ga segan nyapa orang yang bukan warga asli Kampung Komodo. Kamu bakal ngerasain kehangatan di dalam kesederhanaan mereka Gaes! Walaupun desanya sederhana dan agak terpencil, secara lokasinya ada di Pulau Komodo yang butuh berjam-jam naik boat dari Labuan Bajo, tapi tenang aja karena sinyal internet masih sampe kok ke area dermaga di sini. ?

via pan-indonesia.blogspot.co.id

via langkahjauh.com

Saat paling baik untuk datang ke Pulau Komodo adalah bulan Juli hingga Agustus karena bulan-bulan segitu merupakan musim kawin bagi Komodo, jadi kamu punya kesempatan lebih besar untuk ngeliat Komodo make love.. Padahal Komodo merupakan hewan buas dan kanibal, yang bahkan ibunya bisa makan anaknya sendiri yang baru lahir, makanya peristiwa mereka make love ini wajib sih masuk bucket list kamu hehehe

via rio15152.web.unej.ac.id

via indone5ia.files.wordpress.com

 

Detail Informasi

Harga : tergantung trek yang dipilih, jumlah rombongan, asal wisatawan, dan apakah membawa kamera atau tidak. Semakin panjang jalur akan semakin mahal dan harga wisatawan asing tentu akan lebih mahal. Satu rombongan biasanya akan 'patungan' untuk membayar jasa satu ranger (tergantung jumlah rombongan, kalau rombongan besar bisa lebih dari satu ranger). Perkiraan rata-rata biaya untuk trekking sekitar Rp 90.000 (2016) yang tiket masuknya merupakan tiket terusan Pulau Rinca dan Pulau Komodo

Alamat : Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur

Kontak : -

 

6. JALAN-JALAN NAIK KERETA WISATA KE CIREBON

Kalau dalam waktu 2 jam saat kamu kejebak macet di dalam angkot atau bis kan biasanya kamu cuma ngeliat ratusan kendaraan yang stuck dan hopeless sama keadaan, nah kalau kamu naiknya kereta wisata ke Cirebon, apa yang kamu liat dan pengalaman yang kamu rasain ketika berada di dalam moda transportasi ini akan beda banget. Penampakan luar keretanya unik dan kalau naik ini, 2 jam udah sampai ke Cirebon.

via sidomi.com

Kereta Pariwisata yang disediakan oleh PT Kereta Api Pariwisata (Indorail Tour) beroperasi sejak 2012 ke beberapa daerah di Jawa. Kereta Imperial, Jawa, Bali, Sumatera, Nusantar, dan yang terakhir baru launching adalah Priority. Kereta wisata untuk jurusan Cirebon berangkat dari Stasiun Gambir ini dapat menampung 20-an orang dalam satu gerbong, jadi pas banget kalau kamu lagi mau jalan-jalan bareng keluarga besar.

via indorailtour.com

Perjalanan kamu dari Stasiun Gambir sampai ke Stasiun Cirebon juga akan menarik banget. Sepanjang jalan kamu bisa melihat hamparan ladang dan sawah yang hijau-hijau serta bukit. Belum lagi kamu bisa lihat kegiatan orang-orang yang nyawah atau anak-anak yang dadah-dadah kalau ada kereta lewat. Pokoknya bikin mood happy deh selama di jalan!

via twitter.com/ululhidayati

Fasilitas gerbongnya beda dari kereta KRL maupun kereta kelas Eksekutif antar daerah di Jawa. Ini lebih lengkap! Ada reclining seat yang tingkat kemiringan sandaran kursinya bisa diubah sesuai selera kamu, toilet yang bersih, mini bar hingga fasilitas karaoke yang di desain seperti ruang keluarga dengan ada sofa-sofa panjang untuk nyanyi rame-rame, bahkan ada beberapa kereta seperti tipe Nusantara yang ada kamar tidurnya, Gaes! Ada dua cara untuk kamu bisa merasakan sensasi naik kereta wisata ini, yang pertama adalah ikut paket tur atau langsung sewa satu gerbong ke pihak perusahaan.

via travel.detik.com

via indorailtour.com

via devilandblues.blogspot.co.id

Kalau kamu macet-macet di jalan udah BT terus sampe tempat tujuan kantor atau kampus tiba-tiba dikasih kerjaan atau tugas banyak tambah BT lagi. Tapi kalau kamu naik kereta wisata ini, udah di jalan happy terus pas udah sampai makin happy lagi karena ada banyak hal yang bisa di explore di Cirebon ini. Kamu bisa cari-cari batik di tempat batik yang terkenal di Cirebon yaitu Batik Trusmi.

via pergidulu.com

Selain belanja-belanja batik, kamu juga bisa mendatangi Keraton Kasepuhan yang merupakan keraton termegah di Cirebon dengan arsitekturnya yang bersejarah dan dirawat dengan baik hingga sekarang. Setelahnya, kamu ke Komplek Goa Sunyaragi yang bangunannya mirip candi, dibuat oleh keluarga Keraton zaman dahulu dan konon menyimpan banyak mitos. ?

via travel.kompas.com

via pergidulu.com

Buat ngelengkapin wisata kamu ke Cirebon, kamu juga harus cobain wisata kuliner Cirebon yang khas seperti tahu gejrot, empal gepuk dan nasi jamblang. Nasi Jamblang sebenarnya seperti nasi putih biasa tapi ukurannya kecil dan dibungkus menggunakan daun jati supaya tetap pulen. Penamaan Nasi Jamblang ini karena pada masa pembuatan jalan Anyer-Panarukan, masyarakat dari Desa Jamblang ditugaskan untuk memberi makanan kepada pekerja dalam bentuk bungkusan nasi ini Gaes. Kalau kamu mau cobain, ada beberapa tempat yang terkenal enak yaitu Nasi jamblang Ibu Nur dan Nasi Jamblang Mang Dul.

via infomakan.com

via pergidulu.com

Terakhir, pas kamu mau pulang kamu bisa bawain oleh-oleh berupa kerajinan kerang yang khas Cirebon karena kota ini berbatasan langsung dengan Pantai Utara Laut Jawa, jadi jumlah kerang berlimpah-ruah di sini. Kerajinan kerang banyak dijadikan sebagai perabot rumah tangga seperti lampu dan vas atau aksesoris untuk wanita seperti kalung dan gelang. Selain itu, karena Kota Cirebon terkenal dengan ebi atau udang kering, bisa juga kamu membawakan oleh-oleh berupa olahan udang ebi.

via allaboutcirebon.blogspot.co.id

 

Detail Informasi

Harga : mulai dari Rp 14.500.000 (2016) per gerbong pada saat weekdays

Alamat : Kantor Pusat Stasiun Gambir, Jl. Medan Merdeka Timur No. 17 Lantai 1 Pintu Utara, Jakarta Pusat 10110 Indonesia?

Kontak : 021-38902233

 

7. HIKING SANTAI DI PAPANDAYAN, JAWA BARAT

Ini dia aktivitas naik gunung yang katanya bisa buat pemula yaitu hiking di Papandayan. Katanya sih, ini katanya loh ya, jalur naiknya ga terlalu sulit dibandingkan Gunung-Gunung lain yang suka didaki orang. Jadi buat kamu yang ingin ngerasain sensasi naik gunung tapi belum pernah naik gunung sama sekali atau mau yang ga terlalu sulit, nah coba deh naik Gunung Papandayan.

via nativeindonesia.com

Lokasinya ada di Garut jawa Barat dengan ketinggian 2.665 mdpl. Dan ternyata, Gunung Papandayan masih aktif, masih mengeluarkan asap tebal hingga sekarang dan sempat meletus 4 kali yang mana terakhir terjadi di tahun 2004.

via justinlarissa.com

Kalau kamu mendaki di sini, pertama-tama kamu akan melewati jalur kawah yang berbatu dengan bau belerang dan asap yang tebal. Makanya, penting untuk membawa masker Gaes supaya bau belerangnya tidak terlalu menyengat.

via klikriau.com

Lewat dari daerah kawah, kamu akan memasuki medan yang lebih curam dan hijau. Untuk pemula, wajar kalau di jalur ini banyak-banyak istirahat hehehe. Kalau udah lewat daerah ini, kamu akan sampai di pos pertama yang ternyata banyak motor parkir karena motor trail bisa naik sampai ke pos pertama.

via justinlarissa.com

via irpan.blogdetik.com

Di pos ini kamu bisa beristirahat dan jajan karena ada banyak penjual makanan. Selain itu, jangan lupa untuk mengisi perbekalan air untuk perjalanan selanjutnya. Banyak juga yang membuka tenda di pos pertama, tapi sebenarnya area camping yang biasa disinggahi pendaki adalah di Pondok Saladah yang masih lumayan jauh dari pos pertama.

via borukaro.com

Di Pondok Saladah, sekarang sudah ada tempat untuk mencuci dan WC. Buat kamu yang mau pakai WC pas camping di sini, siap-siap antri berjam-jam, makanya kebanyakan pendaki yang udah berpengalaman memilih untuk tetap melakukan ‘panggilan alam’ di alam. Selain itu, di area camping ini juga udah ada banyak warung, makanya dibilang orang udah jadi kaya mall, bukan gunung lagi karena udah terlalu ramai dan kurang asri.

via conaxe.com

via travel.kompas.com

Anyway, keesokannya sekitar pukul 03.00 dini hari biasanya orang berbondong-bondong naik ke Tegal Alun yang merupakan puncak tertinggi Gunung Papandayan untuk lihat sunrise. Walaupun butuh effort lebih karena harus bangun awal padahal kemarinnya udah capek mendaki plus abis bangun harus mendaki lagi, tapi worth it kok sama sunrise yang bakal kamu liat ini.

via wovgo.com

via wiranurmansyah.com

Sepanjang perjalanan kamu akan dimanjakan sama pemandangan yang oke oke. Kamu bisa ketemu Padang Edelweiss yang isinya bunga Edelweiss, bunga yang hidup di puncak gunung yang ga akan pernah hancur makanya sering disebut bunga abadi.

via youtube.com/Delaya MDS

Setelah itu kamu juga akan ngelewatin The Dead Forest atau sering juga dibilang Lembah Kematian. Hutan mati ini ada karena letusan Gunung Papandayan pada tahun 2002 yang membuat tanahnya terbakar, pohon mati, tanah tandus dan penuh sulfur, tapi pohon-pohon yang ada di situ tidak tumbang. Tempat ini penuh dengan kabut dan memberikan kesan mistis ketika ada di sana, terlebih saat mendung.

via travel.kompas.com

Gimana? Jauh lebih seru dan worth it kan daripada kamu berjam-jam cuma nungguin macet di Jakarta. Udah pemandangannya bagus, deket dari Jakarta, terus bisa update foto-foto ala ala naik gunung cantik pula. 

 

Detail Informasi

Harga : mulai dari Rp 67.000 (2016) untuk pengunjung lokal yang datang saat weekdays. Rinciannya yaitu Rp 20.000 untuk tiket masuk pengunjung lokal + Rp 12.000 untuk kendaraan roda dua + Rp 35.000 untuk camping

Alamat : Gunung Papandayan, Karamat Wangi, Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat

Kontak : -

 

8. SEGER-SEGERAN DENGAN BODY RAFTING DI GREEN CANYON, JAWA BARAT

Perasaan 3 jam nungguin jalanan macet sama 3 jam body rafting di Green Canyon akan beda banget Gaes! Kalau yang satu kesel liat jalanan, yang satu lagi akan puas dan hepi main-main air di sungai plus dimanjain sama pemandangan tebing sungai yang "wah". Nama Green Canyon berasal dari turis Perancis yang terpukau sama air sungainya yang jernih ke hijau-hijauan yang dikelilingi oleh tebing.

via yukpiknik.com

Kalau nama asli tempat ini dari warga sekitar adalah Cukang Taneuh yang artinya jembatan tanah. Dinamakan begitu karena di atas lembah dan jurang Green Canyon ada sebuah jembatan dari tanah yang dipakai oleh petani menuju ke kebun mereka.

via opzzt.wordpress.com

Body Rafting merupakan salah satu aktivitas yang bisa kamu lakukan ketika datang ke Green Canyon. Body Rafting adalah aktivitas di alam bebas dengan menyusuri arus sungai. Kalau pada poin sebelumnya membahas mengenai rafting yang menggunakan perahu karet dan dayung, kalau body rafting kamu hanya akan diperlengkapi dengan pelampung dan helm saja Gaes. Tapi tenang, arusnya ga seganas kalau lagi rafting di Citatih kok.

via greencanyonpangandaran.com

Dalam setiap rombongan body rafting yang isinya minimal 5 orang, akan diberikan minimal 1 pemandu handal yang bakal ngejagain rombongan kamu. Jadi tenang aja, akan ada mamang-mamang yang sigap untuk menolong kalau kenapa-napa. Walaupun ada pemandu, kamu tetap harus pintar-pintar menjaga keseimbangan di dalam air.

via gogreencanyon.com

Dengan body rafting, kamu jadi bisa benar-benar menyatu dengan alam dan refreshing pikiran. Ngikutin arus sambil menikmati keindahan di dalam Green Canyon. Air yang jernih, ambience yang dikelilingi tebing, serta kamu juga bisa ngelihat ikan-ikan kecil berenang.

via adventure-pangandaran.com

Ada 2 tipe body rafting yang bisa kamu ikuti di sini, ada yang 5 km dan 10 km. Untuk yang 5 km akan kamu tempuh dalam waktu 2-3 jam, sementara yang 10 km akan kamu jalani selama 3-4 jam. Pilihan mau yang mana tergantung sama kemampuan diri dan waktu serta budget yang kamu punya sih. Kalau lebih lama, otomatis lebih mahal dan kemampuan fisik kamu juga harus stamina banget karena body rafting ini lumayan menguras tenaga dan memain-mainkan adrenaline kamu.

via wisataalampangandaran.com

Kalau kamu sudah well set untuk paket pembayaran dan urusan lainnya, kamu akan diantar ke bukit dengan mobil bak terbuka. Kemudian jalan kaki menuruni bukit kira-kira 200 meter untuk sampai ke titik start. Di titik start ini kamu bisa siap-siap dengan peralatan pelampung dll, terus udah deh kamu mulai body rafting dengan menyusuri Sungai Cijulang yang akan berakhir di Green Canyon.

via gogreencanyon.com

via deztief.blogspot.co.id

via hipwee.com

Buat kamu yang ga bisa berenang gausah takut untuk ikutan karena toh pakai pelampung ini. Hanya, jangan lupa bilang ke pemandunya supaya kamu diberi pengawasan khusus selama melakukan body rafting!

 

Detail Informasi

Harga : mulai dari Rp 195.000 per orang untuk 5 km minimal 5 orang

Alamat : Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis

Kontak : -

 

9. MELIHAT SALAH SATU API BIRU YANG CUMA ADA 2 DI DUNIA : API BIRU KAWAH IJEN, JAWA TIMUR

Kawah Ijen masuk ke dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen dengan letaknya yang ada di puncak Gunung Ijen. Gunung Ijen adalah gunung yang masih aktif dengan ketinggian 2.443 mdpl yang ternyata udah 4 kali meletus, terakhir pada tahun 1936. Namun pada tahun 2012, Gunung Ijen sempat berada dalam status siaga sehingga pendakian ditutup sementara namun setahun kemudian sudah kembali dibuka.

via banyuwangibagus.com

Gunung Ijen yang memiliki kaldera terluas di kepulauan Jawa ada di sebelah Gunung Raung dan Gunung Merapi. Dikatakan kaldera terluas karena berukuran 20 km dengan ukuran kawahnya sekitar 960 x 600 meter yang memiliki kedalaman 200 meter. ?

via sejalanjalan.wordpress.com

Danau Kawah Ijen memiliki tingkat keasaman mendekati nol yang berarti sangat tinggi, begitu pun suhu Kawah Ijen yang dapat mencapai 200 derajat celcius pada siang hari. Sementara pada malam hari, suhunya rendah mencapai 2 derajat celcius.

via ilulcreative.wordpress.com

Kalau kamu kesini, kamu akan melihat orang-orang lalu-lalang dengan memanggul sesuatu di bahunya. Ternyata, Gunung Ijen memiliki tambang belerang yang dikelola oleh suatu perusahaan yang setiap harinya ada sekitar 200-an kuli panggul yang bolak balik bawain belerang dengan cara dipikul.

via tempatberwisatamurah.com

Nah kalau dari popularitas, Gunung Ijen terkenal dengan api biru yang ada di kawahnya yang terletak pada kedalaman lebih dari 300 meter dari bawah dinding kaldera. Padahal sebenarnya bukan api biru sih, tapi gas belerang yang keluar dari tanah terus ketemu sama oksigen, makanya bentukannya kaya api biru. Fenomena alam ini terjadi karena pembakaran gas belerang yang kontak sama udara dengan suhu di atas 360 derajat celcius.

via jogja.tribunnews.com

via perlipakhirta.wordpress.com

Kalau kamu mau melihat api biru ini di Kawah Ijen, kamu harus mulai mendaki mulai jam 01.00 pagi. Yaa kalau di ibukota, jam segini masih belum macet sih ya, justru lowong. Pendakian sampai ke Kawah Ijen jaraknya sekitar 3 km yang biasanya memakan waktu 2-3 jam dengan jalur trekking berupa batu dan tanah berpasir dengan sudut kemiringan antara 10-35 derajat. Kamu akan melewati itu semua dalam situasi gelap, jadi harus siapkan lampu senter dan fisik yang oke Gaes. Sedikit lebih effort daripada duduk diem di angkot atau gojek atau mobil sambil ngeliatin jalanan penuh lautan kendaraan, tapi jauh lebih asyik karena kamu akan ngeliat fenomena alam berupa api biru yang cuma ada dua di dunia, di Islandia dan Kawah Ijen ini.

via catatanoline.web.id

via 1001indonesia.net

Untuk kamu yang mau ke sini, kamu pertama-tama harus nyampe dulu ke daerah Banyuwangi. Kalau udah sampai Banyuwangi, kamu harus pergi ke Kecamatan Licin yang jaraknya sekitar 15 km kemudian ke Paltuding yang perlu 18 km lagi berkendara. Paltuding merupakan pintu masuk untuk ke Kawah Ijen. Kamu bisa nyewa Jeep karena jalan yang dilalui akan menanjak dan berkelok-kelok. ?

via manusialembah.blogspot.co.id

via teguhalfi.wordpress.com

 

Detail Informasi

Harga : tiket masuk mulai dari Rp 5.000 untuk wisatawan lokal saat weekdays

Alamat : Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso.

Kontak : -

 

Nah, jadi itulah tadi beberapa hal yang bisa kamu lakukan dengan waktu 1,5 - 3 jam yang ternyata jauh lebih seru daripada hanya terjebak macet di jalanan dengan waktu yang sama. Jadi kira-kira kamu udah ada plan belum mau hepi-hepi dengan kegiatan yang mana?


Penulis
Penulis Red Tamasyeah
Indonesia Travel Expert

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.