11 Destinasi Non Pantai Penyempurna Liburanmu di Maluku


Maluku - City Tour - 300 Hits

Well, sebenernya sih kalau ke Maluku udah pasti harus ke pantai dan pulau yang ada disana karena memang Maluku terkenal dengan pantainya yang indah dan bawah lautnya yang menawan. Tapi biar ngga bosen, beberapa destinasi di bawah ini bisa kamu selang-seling-in sama pantai keren yang ada disana, yang menjamin perjalanan kamu ke Maluku jadi terasa lengkap.? Berikut 11 destinasi non pantai penyempurna liburanmu di Maluku sebagai bekal liburanmu menjelajah negeri rempah-rempah.

 

1. Kedamaian di Gong Perdamaian Dunia, Ambon

Merupakan gong perdamaian dunia yang ke-39 untuk memperingati tragedi konflik yang pernah terjadi di Ambon yang disebabkan oleh isu SARA. Gong ini berada  di Taman Pelita, dekat dengan kantor Gubernur dan Lapangan Merdeka, kota Ambon.

via instagram.com/wahyutriyono

via indonesiakaya.com 

Tujuan didirikannya Gong Perdamaian ini di Ambon adalah supaya tidak terjadi lagi perang ataupun konflik karena SARA, supaya masyarakat di sana hidup berdamai dan saling menghargai satu sama lain, walaupun kita berbeda. Ya semacam Bhinneka Tunggal Ika ya Gaes.

via klikhotel.com  

Di permukaan gong ini terdapat bendera dari seluruh negara-negara di dunia serta lambang agama-agama yang ada di dunia sebagai simbol perdamaian umat manusia. Mampir ke Gong Perdamaian ini saat sedang berkunjung ke kota Ambon seperti wajib rasanya. Jangan lupa berfoto di depan bangunan gong lalu membagikannya ke sosial media seakan turut membantu menyebarkan pesan mengenai pentingnya perdamaian. Karena daripada berperang, lebih enakan jalan-jalan kan?

via instagram.com/glorriiia 

 

2. Jelajah keragaman agama di Gereja Silo dan Masjid Wapauwe

Walaupun katanya mayoritas orang dari Indonesia Timur beragama non-muslim, tapi ternyata banyak juga yang beragama muslim di sana. Pas ya kalo Gong Perdamaian ditaro di sini, supaya hidup rukun antar agama. Nah, di Ambon juga terdapat bangunan keagamaan dari masing-masing agama yang sudah ada sejak dulu dan menjadi bagian dari ikon kota Ambon serta tempat wajib kunjung saat kamu sedang berada di kota ini.

via lanjutberita.blogspot.co.id 

Gereja Silo merupakan gereja tertua di Ambon yang terletak di perempatan jalan dekat Tugu Trikora. Gereja ini memiliki 2 buah menara dengan dimana salah satu menara berujungkan salib dan menara yang satunya lagi dihinggapi patung ayam. Gereja ini masih digunakan untuk beribadah sampai sekarang oleh masyarakat di sana dan menjadi salah satu gereja yang paling ramai di kota Ambon.

via instagram.com/alex_beda23 

Selain gereja, di Ambon juga terdapat masjid tertua se-Maluku yaitu Masjid Wapauwe, Konon, Masjid Mapauwe ini umurnya bahkan sampai tujuh abad. Pada awalnya, Masjid ini dibangun di daerah Wawane dan kemudian dipindahkan ke Tehala oleh masyarakat. Magisnya, banyak masyarakat disana percaya kalau bangunannya dapat berpindah tempat dengan sendirinya.

 via e-suprayogo.blogspot.co.id

via tabloidwisata.com 

Masjid ini unik karena terbuat dari pelepah sagu dan kamu ga akan nemuin paku di bangunannya.

via sayangi.com

via 1hal.com 

Uniknya lagi, di Masjid ini juga terdapat Al-Quran yang ditulis oleh tangan!

via telusurindonesia.com 

 

3. Tes jiwa patriotisme kamu di  Monumen Patung Martha Christina Tiahahu dan Pattimura

Hayo, tau ga siapa Martha Christina Tiahahu dan Pattimura? Iya, mereka memang anak bapak emaknya, tapi lebih dari itu, mereka adalah pahlawan Nasional Indonesia dari Maluku pas jaman kemerdekaan dulu. 

via boombastis.com 

Martha Christina Tiahahu merupakan simbol perjuangan wanita Maluku melawan kolonialisme bangsa asing. Selain langsung berperang mengangkat senjata, dulu Martha Christina Tiahahu juga pernah melakukan aksi mogok makan sebagai pertentangan melawan Belanda. Dalam perjuangannya, ia harus diasingkan ke Pulau Jawa dan harus meregang nyawa di tengah perjalanannya menuju tempat pengasingan. Jasadnya yang masih berusia 17 tahun itu pun 'dibuang' ke Laut Banda. Untuk mengenang pahlawan ini, dibangunlah sebuah patung Martha Christina Tiahahu yang menghadap ke Laut Banda, tempat jasadnya disemayamkan.

via lihat.co.id

Nah, satu lagi pahlawan dari Maluku yaitu Thomas Matulessy yang lebih dikenal dengan Kapitan Pattimura. Kalau kamu bingung yang mana, kamu bisa lihat wajahnya di uang seribuan. Kapitan Pattimura ini dulu memimpin beberapa penyerbuan melawan Belanda seperti perebutan benteng Duurstede, pertempuran di Pantai Wasisil dan jasirah Hatawono, dan perlawanan lain di daerah Ambon. Untuk menghormati jasa-jasanya, di Ambon didirikan sebuah monumen Pattimura. 

via triptrus.com

Kamu bisa dateng ke monumen ini kapan aja, bahkan saat malam hari karena cahaya-cahaya yang ada di sekitar monumen bahkan membuat monumen ini lebih keren.

via smileambon.com 

 

4. Mengunjungi 4 benteng bersejarah : Benteng Amsterdam, Benteng Belgica, Benteng Duurstede dan  Benteng Victoria

Karena Maluku merupakan daerah yang pernah dijadikan markas penjajah pada masa penjajahan, jadi di sini ada banyak benteng yang dibangun. Benteng Amsterdam awalnya dibangun pada tahun 1512  yang merupakan tempat penyimpanan rempah-rempah Portugis rampasan dari Ambon, namun kemudian diubah menjadi Benteng oleh Belanda.

via lihat.co.id

Benteng Amsterdam bangunannya seperti rumah yang terdiri dari tiga lantai yang berfungsi untuk tempat tidur prajurit, ruang pertemuan dan pos pemantau. Kalau dari kejauhan, benteng ini lebih terlihat seperti rumah model Belanda berukuran besar dan tinggi karena atapnya pun menggunakan genteng tanah liat seperti rumah kebanyakan.

via alamnusantarapermai.blogspot.co.id

via lihat.co.id

Nah, kalau penampakan dalamnya kaya gini Gaes, udah kosong dan ngga ada interior apa-apa tapi kamu bisa naik turun tiap lantai untuk menyaksikan masing-masing ruangannya.

via kidnesia.com 

Selanjutnya adalah Benteng Belgica yang dibangun pada abad ke-17 oleh Portugis namun kemudian diambil alih oleh Belanda. Keunikan benteng ini bangunannya yang dibangun dengan gaya persegi lima, yang dapat terlihat jelas dari atas bangunan. Mirip dengan gedung Pentagon di AS, sehingga terkadang dijuluki sebagai The Indonesian Pentagon.

via instagram.com/mus_tuhepaly

Kalau dari bawah, gaya bangunan persegi lima-nya akan terlihat seperti selayaknya benteng-benteng kebanyakan yang ada di Eropa..

via instagram.com/ridhography 

Keunikan lainnya dari benteng ini adalah letaknya di atas perbukitan Tabaleku di Banda Naira membuat pemandangan di sekitar menarik banget buat difoto.

via instagram.com/panjiambon

via instagram.com/rahmadlarae24 

via instagram.com/anoo_13

Terkadang, disini juga suka ada pertunjukan budaya seperti Tarian Cakalele yang seru banget untuk ditonton. Biasanya tarian ini dimainkan oleh masyarakat lokal sebagai bagian dari tradisi mereka.

via instagram.com/adytrubbik 

Benteng lainnya yang dibangun oleh Portugis dan kemudian diduduki oleh Belanda adalah Benteng Duurstede di wilayah Saparua. Oleh VOC Belanda, benteng ini dijadikan sebagai pusat pemerintahan selama menguasai Saparua yang kemudian diserbu oleh masyarakat Saparua dibawah pimpinan Kapitan Pattimura.

via ianmc95.wordpress.com 

Berfungsi sebagai benteng pertahanan untuk memantau keadaan sekitar, Benteng Duurstede dibangun di atas batu karang setinggi 20 kaki, sehingga untuk sampai ke sini kamu harus menaiki beberapa anak tangga di pintu masuk bagian depan.

via wisatawanalam.blogspot.co.id 

Walaupun telah ada dari ratusan tahun silam, namun sampai sekarang Benteng Duurstede masih memiliki bentuk yang lumayan utuh dan berdiri kokoh.

via www.indoneo.com

via instagram.com/ulilachmed 

Benteng Duurstede terletak di pinggir pantai berpasir putih, kamu bisa banget foto-foto dari atas benteng sambil menikmati hamparan pantai dan laut Saparua dari atas benteng.

via wisatawanalam.blogspot.co.id 

via instagram.com/ms.lisabowman 

Nah terakhir adalah Benteng Victoria yang termasuk dalam salah satu benteng tertua di Ambon, dibangun oleh Portugis pada tahun 1775. Kalau kamu Googling untuk lihat bentuknya, kebanyakan foto-foto Benteng ini adalah foto-foto jadulnya yang bikin agak merinding kalau ngeliatnya sendirian, malem-malem, terus tiba-tiba mati lampu.

via indonesia-tourism.com

via id.pinterest.com

Anyway, kamu harus banget memasukkan benteng ini di list kamu karena jaraknya cuma 300 meter dari kota Ambon. Dan sekarang, penampakannya ga sehoror dulu kok, terus ada penjaga di pintu benteng ini, jadi kalau kamu kesini ga sama penjaga hati, at least ada bapak-bapak ini yang siap membantu..

via spiceislandsblog.wordpress.com

 

5. Belajar Maluku di Museum Siwalima

Museum yang dibangun pada masa penjajahan ini hanya sekitar 5 km dari kota Ambon, jadi ngga perlu effort berlebih kalau mau kesini. Nama Siwalima juga ternyata filosofis banget Gaes. ‘Siwa' diambil dari kata ‘Ulisiwa’ yang artinya sembilan, mengacu kepada sembilan kerajaan yang ada di Maluku Selatan. Sementara ‘lima’ yang artinya ‘lima’ (biar keliatannya semakin filosofis) diambil dari kata ‘Patalima’ yang merujuk kepada lima kerajaan di Maluku Utara. Jadi pada dasarnya Museum ini adalah Museum Maluku.

via anekatempatwisata.com 

Nah untuk koleksinya macam-macam, tapi kalau ditarik garis besarnya ada 2 hal. Yang satu adalah tentang kelautan, mencakup benda sejarah kelautan warga Ambon dan properti kelautan lainnya.

via tabloidwisata.com

via indonesia-tourism.com 

via instagram.com/marciemayaut 

Satu lagi berisi tentang benda-benda etnis yang berkaitan dengan budaya masyarakat Ambon atau disebut ‘ethnografi’ seperti bangunan asli Maluku, pakaian adat Maluku, perlengkapan upacara adat Maluku, dll.

via indonesiakaya.com 

via indonesiakaya.com 

Bangunan Museum Siwalima ada di atas bukit dan menghadap Teluk Ambon, kebayang kan pemandangan akan seperti apa Gaes. Ditambah ada patung Pattimura yang akan ngelengkapin selfie kamu.

via indonesiakaya.com 

via instagram.com/arwinrettob 

 

6. Melihat tradisi Hindu di Desa Adat Tanimbar Kei

Namanya Tanimbar Kei karena peralihan dari Kepulauan Tanimbar ke Kepulauan Kei, jadi ambil jalan tengah aja. Kalau kamu ke sini, akan melihat bentuk bangunan, seni, adat istiadat dan kepercayaan leluhur yang masih otentik karena mereka memegang teguh adat dan budayanya hingga saat ini.

via blog.ivacanza.co 

Desa adatnya terdiri dari 2 bagian yaitu Kampung Atas atau Ohoratan dan Kampung Bawah atau Tahat. Kampung Atas sangat disucikan karena dalam sejarahnya yang sangat panjang para leluhur bermukim di sana. Leluhur di sana mayoritas beragama Hindu dan salah satu tradisi leluhur yang tidak boleh dilanggar adalah kepala marga yang tinggal di rumah adat juga harus beragama Hindu. Makanya, kalau kamu ke kampung Atas, kamu akan menemukan tradisi Hindu yang sangat kental beserta puranya. Mengunjungi Desa adat ini rasanya seperti memberi pemahaman baru, karena selama ini yang kebanyakan orang tahu agama mayoritas di Maluku adalah Kristen, tapi ternyata agama Hindu menjadi bagian sejarah masyarakat di sini hingga saat ini.

via sdwisputra.blogspot.co.id

 

7. AIR TERJUN KAHATOLA, AIR TERJUN YANG BERASAL DARI REMBASAN AIR HUTAN

Pernah liat rembesan air jadi air terjun? Kalo kejadian di rumah serem sih, tapi kalau Air Terjun Kahatola justru jadinya keliatan indah banget Gaes. Kisahnya, air rembesan hutan dan embun kekumpul di bebatuan terus ngalir lewat parit, nurunin tebing pantai dan akhirnya jatoh ke laut. Makanya jadinya keliatan keren banget.

via dian4nggraeni.wordpress.com

Air terjun yang ada di daerah Halmahera ini masih alami banget karena aksesnya juga yang rada pelik untuk disamperin.

via dian4nggraeni.wordpress.com

Untuk sampai sini kamu harus nyewa boat dari Pelabuhan Jailolo, terus naik boat itu selama 4 jam. Tapi tenang aja perjalanannya ngga bakal bosen kok karena pemandangannya yang superb! Setelah kamu nyampe, kamu pasti ternganga-ngaga dulu ngeliat air terjunnya terus langsung nyebur deh, soalnya airnya disini tenang jadi sabi banget buat berenang.

via kidnesia.com 

 

8. Dilarang Merana kalau lagi di Danau Rana

Danau Rana menyandang predikat sebagai danau terbesar di Kepulauan Maluku, lokasinya di pulau tempat pembuangan Pramoedya Ananta Toer, penulis legendaris sekaligus kritikus pemerintah pada jamannya. Walaupun untuk sampai kesini agak syulit, tapi ketika kamu udah sampai bakal terasa aura tenang, damai, nyaman, ngga mau lepas #eh

via t-baronda.blogspot.co.id 

Selain airnya yang tenang, pemandangan sekitarnya juga gokil karena masih dikelilingi hutan alami. Warna hijau mendominasi sekeliling danau.

via wisatamaluku.wordpress.com

via epictio.com 

Kegiatan penduduk di sana juga masih tradisional banget, misalnya kaya nyari ikan pakai beginian. Dijamin memberikan pengalaman unik buat kamu.

via panel.mustangcorps.com 

 

9. BERENANG-SENANG DI GOA HAWANG YANG BERAURA MISTIS

Ini dia kembarannya Goa Mangku Haji di Maratua, Goa Kristal di Kupang, dan Goa Rangko di Flores (hyperlink), Goa Hawang namanya. Tapi yang satu ini lokasinya di Desa Letvua, Kepulauan Kei dan memiliki aura yang lebih mistis dari ketiga saudaranya tersebut.

via indonesia-tourism.com 

Hawa-hawa di sekitar Goa ini emang agak bikin merinding Gaes. Gosipnya, Goa Hawang ini adalah kutukan seorang pria dan anjingnya yang berubah jadi batu setelah meminum air goa dan bersumpah serapah. (duh harus jaga mulut emang kalo kesini).

via kacamatawisata.com 

Satu lagi yang horror di sini, kebanyakan masyarakat di sekitar Goa Hawang ini percaya bahwa keindahan air yang jernih dan batu-batu disana masih banyak didiami oleh hantu. Makanya namanya Goa Hawang, karena Hawang kalau di artikan ke bahasa Indonesia artinya arwah. Hiiiyy!

 

Tapi terlepas dari kemistisannya, air di Goa Hawang yang super jernih ini sulit banget untuk ditolak buat ngga diberenangin. Warnanya biru jernih, mirip-mirip sama warna air kolam tapi ini alami!

via instagram.com/kakabantrip

Ada dua lubang di goa ini yang dihubungkan oleh sumber air bawah tanah, jadi kalau kamu mau coba diving dari satu lubang, kamu akan muncul lagi di lubang selanjutnya.

via kacamatawisata.com 

via imansyahtamnge.blogspot.co.id

 

10. Melihat Belut Raksasa aka Morea di Desa Waai

Gaes, di Desa Waai, Larike dan Tulehu yang letaknya di tak jauh dari Ambon ternyata masyarakatnya hidup harmonis banget, selain satu sama lain sesama manusia tapi juga antara manusia dengan hewan. Gimana ngga, Belut Raksasa atau yang biasa disebut Morea hidup berdampingan dengan warga sana di kolam Waiselaka. Warga disana tenang aja gitu kalau lagi mandi atau cuci baju terus Morea berenang di tengah-tengah mereka. Selowww.

via journalpardidu.com 

via matthewoldfield.photoshelter.com 

Katanya, pengunjung yang bisa ngeliat belut ini akan dapat keberuntungan.

via jalan2men.com 

Nah makanya, supaya belutnya keluar dari tempat persembunyiannya (baca : bebatuan yang ada di kolam), biasanya mereka dipancing sama pawangnya dengan telur ayam mentah, makanan kesukaan Morea. Jangan kaget, telurnya dikasih utuh sama cangkang-cangkangnya!

via matthewoldfield.photoshelter.com

Jumlah Morea di sini sangat banyak, bisa sampai ratusan. Karena, masyarakat di sini berpegang pada ajaran leluhur yang melarang mereka untuk memburu Morea. Alhasil, Morea tumbuh subur di sini. Siklus hidup Morea juga unik, mereka akan tumbuh hingga dewasa di sungai-sungai desa ini, lalu akan kembali ke lautan saat akan berkembang biak dan anak-anak mereka akan kembali ke sungai-sungai ini hingga dewasa sampai akhirnya akan mengikuti jejak orang tuanya kembali ke lautan untuk berkembang biak.

via travelfolks.blogspot.co.id

 

11. Relaksasi selepas jalan-jalan di Pemandian Air Panas di Negeri Tulehu dan Hatuasa

Kedua pemandian air panas di Maluku ini paling enak didatengin ketika sudah selesai mengeksplor kota karena capek dan pegel-pegel akan langsung hilang setelah berendam di sini. Kata beberapa pengunjung pemandian air panas Negeri Tulehu, mandi di sana bisa juga untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti sakit kulit dan rematik. Suhunya kira-kira 57-70 derajat celcius, lumayan juga ya kalau lagi siang-siang berendam karena kolaboraasi sama panasnya matahari di sana.

via lostpacker.com

Kalau pemandian air panas Hatuasa letaknya ada di tengah hutan, jadi kalau siang-siang berendam disini tetap terasa adem dan ada angin-angin semilir, walaupun suhu airnya sama juga dengan pemandian air panas Negeri Tulehu.

via telusurindonesia.com 

Uniknya di pemandian air panas Negeri Tulehu, ada tempat karaoke yang cocok dilakukan selepas kamu berendam dengan hanya membayar 2.500 per lagunya. Hehehe lucu juga ya, kita pun bingung. Well, pokoknya di kedua pemandian air panas ini suka-suka kamu mau ngapain lah, mau karaoke boleh, mau makan boleh, berendam boleh, mau terjun juga silahkan atau mau karaoke sambil makan saat berendam setelah terjun pun ngga ada yang ngelarang.

via lihat.co.id

via lihat.co.id

Ya itulah 11 destinasi non pantai penyempurna liburanmu di Maluku yang wajib banget kamu kunjungi. Gimana, udah siap nyusun itin kesana? Kalo kamu paling mau pergi ke tempat yang mana? Kasih tau di komen ya!


editor
Editor Chiquita Marbun
or simply called Tita, currently pursuing higher degree in education simply just to postpone her parents-told-destiny to work in a company. You'll either find her lying under the sun by the calm beach or trying several menus on the authentic restaurant if

Rekomendasi Kami

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.