Best of Indonesia - 1117 Hits

Biasanya kalau weekend di Jakarta, daerah yang macet adalah di sekitaran mall karena orang berbondong-bondong cari hiburan kesana. Misalnya, kaya mau ke Grand Indonesia yang masuk ke tempat ambil tiket parkir aja bisa setengah jam, terus cari parkir setengah jam, sampe keluar parkiran aja bisa satu setengah jam. Udah lah di weekdays hectic macet dan kegiatan lainnya, ini di weekend mau cari hiburan juga setipe hectic-nya. Nah makanya kita kasih alternatif dari nge-mall kala weekend dengan 13 ide weekend escape yang seru untuk lari dari hectic-nya kehidupan Jakarta. Daerahnya ga jauh-jauh amat dari Jakarta jadi bisa banget didatengin saat weekend dan kamu tetep bisa mendapatkan pengalaman dan suasana baru, pokoknya bakal ngebuat kamu siap lagi menghadapi hectic-nya kehidupan saat weekedays!

 

1. PENGALAMAN MELIHAT RATUSAN LUMBA-LUMBA SECARA LANGSUNG DI LAUTAN LUAS DI TELUK KILUAN, LAMPUNG

Buat kamu yang cuma pernah lihat lumba-lumba di Ancol atau bahkan cuma sebatas lihat di film, coba deh ke Teluk Kiluan di Lampung. Lokasinya deket, cocok untuk jadi destinasi weekend escape dari Jakarta, tinggal nyebrang naik feri dari Pelabuhan Merak di Banten. Teluk Kiluan berada sekitar 80km dari Kota Lampung, tapi untuk sampai kamu membutuhkan 3 sampai 6 jam dengan perjalanan mobil karena jalanannya rusak dan berlubang sehingga memakan waktu yang lebih lama dari seharusnya. Tapi, semua lelah langsung terbayar begitu kamu sampai di Desa Kiluan Negeri dengan air lautnya yang tenang dan jernih. 

via id.wikipedia.org 

Supaya bisa melihat lumba-lumba di lautan bebas, kamu harus bangun pagi dan berangkat sekitar pukul 06.00 dengan kapal ketinting. Buat kamu yang bingung kapal ketinting itu apa, ini merupakan kapal khas Teluk Kiluan. Kamu bisa menyewa kapal ini dengan harga Rp 250.000 (2016) untuk tiga orang. Kapalnya kecil dan tak beratap dengan yang menjadi ciri khasnya adalah penyangga bambu di kanan dan kirinya sebagai penyeimbang, jadi bikin agak deg degan naik ini ke tengah laut ya..

via reyginawisataindonesia.blogspot.com 

via wisatatelukkiluan.com 

Kira-kira setelah 1 jam perjalanan kamu sudah sampai di tengah laut tempat dimana gerombolan lumba-lumba ini berkumpul. Mulai dari sini, kamu harus siap-siap pasang mata untuk cari-cari kawanan lumba-lumba yang berenang di samping atau depan kapal kamu. Teluk Kiluan merupakan salah satu jalur yang sering dilewati oleh ratusan lumba-lumba hidung botol dan lumba-lumba spinner. Lumba-lumba ini suka bermain dan mendekati kapal-kapal yang ada, jangan kaget kalau ada lumba-lumba dengan jarak dekat di samping kapal kamu yang tiba-tiba melompat mencari perhatian kamu. Maka dari itu, selain pasang mata, siap-siap juga untuk pasang kamera Gaes untuk memotret atau merekam momen terdekat kamu dengan lumba-lumba liar yang sedang bermain-main bebas di lautan luas.

via wisatatelukkiluan.com

via hipwee.com 

Highlight di Teluk Kiluan memang melihat lumba-lumba, tapi kamu juga bisa melakukan beberapa hal seru lainnya saat kamu main kesini, seperti misalnya melihat penyu hijau dan penyu sisik yang bersarang di pantai sekitar Teluk Kiluan. 

via maritimenews.id

Atau mengunjungi Pantai Laguna yang memiliki beberapa laguna yang terlihat seperti private nature pool di pinggir laut. Butuh perjuangan untuk sampai ke sini, mulai dari naik turun bukit sampai melewati jalan penuh karang yang salah-salah bisa bikin kaki lecet, makannya menggunakan sandal yang proper merupakan salah satu cara mengurangi penderitaan perjalanan kamu. Tapi sesampainya di sana, dijamin kamu langsung nyebur dan lupa sama kesengsaraan yang dirasa sebelumnya.

via lampungholiday.com

via malahayati.ac.id

 

2. MENYAKSIKAN GAJAH YANG TIDAK LIAR DI ALAM LIAR WAY KAMBAS, LAMPUNG 

Kayanya di Lampung emang banyak hewan-hewan lucu yang bisa dilihat langsung di habitatnya ya, selain lumba-lumba yang tadi udah dibahas, satu hewan lucu lain yang ada di Lampung adalah Gajah Sumatera yang ada di Taman Nasional Way Kambas. Jaraknya kira-kira 110 km dari Kota Bandar Lampung dan merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia yang didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1937.

via kompasalam.com 

via harianbernas.com 

Gajah yang ada di dalam Taman Nasional Way Kambas merupakan spesies Gajah Sumatera atau Elephas Maximus Sumatranensis yang merupakan salah satu subspesies gajah Asia. Berbeda dengan Gajah Afrika, Gajah Sumatera ukuran tubuhnya lebih kecil dengan tinggi bahu berkisar antara 2 - 3 meter. Di Taman Nasional Way Kambas ini, kira-kira ada 200 ekor Gajah Sumatera yang hidup di alam liar.

via telusurindonesia.com 

via yopiefranz.com 

Awalnya, Taman Nasional ini didirikan sebagai tempat untuk melindungi Gajah Sumatera dari kepunahan akibat pembakaran hutan dan perburuan liar. Lama kelamaan, Gajah di Way Kambas juga dilatih untuk membantu manusia. Pada zaman kerajaan dahulu, gajah digunakan pada acara seremonial dan peperangan. Selain itu, juga untuk membantu mengangkut kayu dan membajak sawah.

via merdeka.com

via poskotanews.com 

via gudangalamat.com 

Sekarang, fungsi Taman Nasional Way Kambas sudah melebar, bukan hanya sebagai pusat pelestarian mamalia besar ini aja namun juga sebagai wahana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian gajah sumatera. Di sini, kamu bisa menyaksikan gajah-gajah ini dari dekat. Ngga perlu takut, karena pada dasarnya mereka sudah jinak karena sudah terbiasa dengan kehadiran manusia. Bahkan kalau kamu mau, kamu bisa juga loh merasakan pengalaman naik gajah mengelilingi Taman Nasional Way Kambas yang tentunya bakal memberikan pengalaman berbeda untuk kamu karena rasa-rasanya seperti sedang naik gajah di alam liar! 

via tugaskampussi03.blogspot.co.id

via bisniswisata.co.id

 

Detail Informasi

Harga : tiket masuk Way Kanan Resort untuk konservasi Gajah Sumatera Rp 20.000 (2016) per orang

Alamat : Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.

Kontak : 0725 - 44220 (Kantor Departemen Kehutanan Lampung)

 

3. EXPLORE  KOTA CIREBON, BUAT YANG UDAH BOSEN SAMA BANDUNG! 

Kalau kamu sudah penat di Jakarta karena macet tapi mau jalan-jalan menikmati daerah perkotaan biar ga ribet, nah pas banget kamu pergi wisata ke Cirebon. Jaraknya cuma 3 jam dari Jakarta lewat Tol Cipali atau bahkan 1,5 jam naik kereta api super cepat. 

via poskotanews.com 

via tripadvisor.com 

Ada beberapa tempat wisata populer yang bisa kamu explore disana, mulai dari mendatangi Keraton Kasepuhan yang merupakan keraton pertama di Cirebon dibangun pada tahun 1529 sekaligus keraton termegah dengan arsitekturnya yang bersejarah dan terawat dengan baik hingga sekarang. Keraton ini dikelilingi tembok bata berwarna merah yang khas dengan bangunan utamanya berwarna putih. Di dalamnya terdapat ruang tidur dan singgasana untuk sultan.

via gotocirebon.com

via jawapos.com

via tugaskab.blogspot.co.id

Selain itu, ada pula Komplek Goa Sunyaragi di Kelurahan Sunyaragi yang namanya berasal dari bahasa Sansekerta, ‘sunya’ berarti sepi dan ‘ragi’ berarti raga. Dinamakan demikian karena dulunya digunakan oleh keluarga kerajaan sebagai tempat untuk mencari ketenangan. Namanya dalem banget ya Gaes, ga heran sampai sekarang menyimpan banyak mitos. Kalo dilihat-lihat, bangunannya mirip candi yang terdiri dari dua bangunan utama yaitu pesanggrahan yang di dalamnya terdapat beberapa ruangan seperti ruang tidur dan juga goa yang menyerupai goa berlabirin.

via pintuwisata.com 

via aktual.com 

Goa Sunyaragi menjadi sangat unik karena bangunannya yang terbuat dari semacam batu karang yang di beberapa sudutnya terdapat ukiran-ukiran patung yang bercerita. Menjadikan Goa Sunyaragi ini menarik untuk dijadikan tempat fotoan. Jadi, selain dapet wawasan tentang sejarahnya, kamu juga dapet stok foto buat update di Instagram.

via one-indonesia.blogspot.co.id

via secretraveler.com 

Setelah puas keliling Cirebon buat belajar sejarah dan budayanya, lanjut wisata kuliner yang khas di Cirebon seperti tahu gejrot, empal gepuk, Mi Koclok, dan yang paling terkenal yaitu Nasi Jamblang. Nasi Jamblang adalah nasi putih yang ukurannya kecil, dibungkus dengan menggunakan daun jati agar tetap pulen. Dinamakan Nasi Jamblang karena pada masa pembuatan jalan Anyer-Panarukan, masyarakat dari Desa Jamblang ditugaskan untuk memberi makanan kepada pekerja dalam bentuk bungkusan nasi. Kalau kamu tertarik untuk mencoba, ada beberapa tempat yang terkenal enak yaitu Nasi jamblang Ibu Nur dan Nasi Jamblang Mang Dul.

via infomakan.com

via travel.fajarnews.com 

Setelah kenyang menjajal kuliner Cirebon, saatnya untuk kembali ke Jakarta. Tapi, jangan lupa mampir ke tempat batiknya yang terkenal yaitu Batik Trusmi yang menjual berbagai souvenir dan batik khas Cirebon yang cocok untuk oleh-oleh. Batik Trusmi ini berada di daerah Plered dan merupakan salah satu ikonnya kota Cirebon, sekaligus ikon batik dalam koleksi kain nasional. Biasanya, orang datang ke sini untuk membeli oleh-oleh selepas jalan-jalan di Cirebon, karena selain menjual barang khas Cirebon, harganya juga lumayan terjangkau dan kamu bisa membeli secara eceran maupun grosir.

via klikhotel.com 

via pergidulu.com

Alternatif lain untuk oleh-oleh adalah kerajinan kerang khas Cirebon yang banyak dijadikan perabot rumah tangga seperti vas, lampu, dan aksesoris untuk wanita serperti gelang dan kalung. Cirebon memiliki sumber kerang yang berlimpah karena berbatasan langsung dengan Pantai Utara Laut Jawa. Selain kerang, Cirebon juga kaya akan udang makanya sering disebut kota Udang. Kamu bisa juga membawakan oleh-oleh khas Cirebon yaitu makanan olahan udang dan ebi.

via diasrentalmobilcirebon.com 

via detik.com 

 

4. WISATA BUDAYA KE KAMPUNG BADUY DI BANTEN 

Kampung Baduy letaknya di Desa Cibeo, sekitar 40 km dari Rangkasbitung. Dari Jakarta kamu bisa naik kendaraan pribadi atau bus ke Rangkasbitung lalu perjalanan dilanjutkan ke Ciboleger. Nah dari Ciboleger ini semua kendaraan harus ditinggal dan untuk sampai ke Kampung Baduy-nya kamu harus jalan kaki. Gaes.. Jalurnya naik turun dan menantang! Kalau kamu merasa mungkin ngga kuat, kamu bisa menyewa porter untuk membawakan barang-barang kamu.

via culturetripid.blogspot.co.id

via lontarindung.wordpress.com 

Suku Baduy yang tinggal di Kampung Baduy merupakan suku asli masyarakat Banten dan masih memegang teguh ajarannya dari dulu. Mereka terbagi menjadi dua yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Suku Baduy Dalam benar-benar masih memegang ajaran leluhur dengan hidup terisolir dari dunia luar dan mereka memakai baju serta ikat kepala yang serba putih. Walaupun begitu, kamu tetap bisa mendatangi Suku Baduy Dalam dan merasakan pengalaman tinggal bersama mereka untuk melihat kegiatan sehari-hari mereka. Karena kehidupan mereka yang masih terisolir, jangan lupa untuk membawa makanan untuk dimasak sebagai bekal kamu tinggal Baduy Dalam, karena kemana-mana jauh Kak!

via watergius.wordpress.com 

via phinemo.com 

via esaunggul.ac.id

Sementara itu, berbeda dengan Baduy Dalam, Baduy Luar juga masih memegang ajaran leluhurnya namun sudah lebih terbuka terhadap dunia luar. Mereka memakai pakaian hitam serta ikat kepala berwarna biru. Mereka terpisahkan dengan Suku Baduy Dalam karena telah melanggar adat masyarakat Baduy Dalam atau berkeinginan keluar dari Baduy Dalam atau juga karena menikah dengan anggota Baduy Luar. Contoh peraturan yang dilanggar misalnya penggunaan teknologi modern seperti handphone oleh Suku Baduy Luar, padahal dilarang oleh ajaran Baduy Dalam.

via poskotanews.com 

via psychology-note.blogspot.co.id

Kamu mungkin sering menemukan Suku Baduy di Jakarta sedang berjalan di pinggir jalan atau mall untuk menjual hasil alam mereka seperti madu atau kerajinan dari pohon. Bayangkan Gaes, demi menjajakan hasil alam dan kerajinan tersebut, mereka rela berjalan kaki selama berbulan-bulan ke Jakarta dan gilanya tanpa alas kaki! Karena  ajaran mereka memang tidak memperboleh pengikutnya menggunakan transportasi modern dan alas kaki.

via indonesiasekarang.com

via antaranews.com 

Yang menarik dari wisata kamu ke Kampung Baduy adalah kamu seperti hidup di masa lampau yang rumah dan lingkungannya masih asri. Rumah-rumah di sini semuanya masih terbuat dari bambu dan ijuk dan memiliki pendopo depan di masing-masing rumah. Membuat berkunjung dan menginap di sini akan memberikan pengalaman berbeda untuk kamu. Selain itu, uniknya di setiap rumah tidak memiliki kamar mandi jadi kalau mau melakukan ‘panggilan alam’ ya benar-benar harus melakukannya di alam yaitu sungai, tidak ada listrik atau bising jadi ketika malam hari, kamu bisa merasakan keheningan total. 

via bantenwisata.com 

via areamagz.com 

via tempatwisataindonesia.id

Jangan lupa berbincang-bincang dengan kepala suku atau Puun untuk mengetahui lebih dalam mengenai kebiasaan dan sejarah Suku Baduy. Anyway, karena di sini masih asri, terisolasi dari dunia luar dan masyarakatnya amat percaya dengan adat istiadat serta ajaran leluhur, harap untuk menjaga sopan santun ya Gaes. Karena banyak cerita dimana orang-orang sering ‘ditegur’ ketika melakukan atau mengucapkan sesuatu yang tidak sopan.

 

5. PIKNIK DAN MENJELAJAH DI KEBUN RAYA BOGOR 

Katanya, setengah kota Bogor itu isinya adalah Kebun Raya Bogor dengan luas 87 hektar yang dihuni oleh 15 ribu tanaman. Jadi tidak sulit untuk menemukannya ketika kamu keluar tol atau sampai di Stasiun Bogor. Kalau dari stasiun, kamu tinggal jalan kaki bisa sampai ke area hijau Bogor ini yang mana kamu bisa menemukan Bunga Bangkai, salah satu ikon yang paling terkenal di Kebun Raya Bogor yang mekarnya musiman. 

via iqbalazhari.com

via katawarta.com 

Untuk bisa muter-muter di Kebun Raya Bogor, kamu perlu membayar tiket masuk seharga Rp 15.000 (2017) per orang. Selesai membayar, kamu bebas deh keliling dan ngapa-ngapain di sini tanpa ada pungutan tambahan di dalam. Kamu bahkan bisa keliling-keliling dulu naik mobil pribadi atau mobil  wisata untuk lihat dan pilih-pilih spot piknik yang asik karena banyak banget lapak hijau yang tersedia di sana.

via len-diary.com

Salah satu tempat yang asik buat piknik di Kebun Raya Bogor adalah Taman Astrid yang letaknya dekat Kafe Dedaunan dan Kolam Astrid. Letak Taman Astrid juga tidak jauh dari parkiran mobil sehingga kamu tidak perlu repot jalan jauh untuk ambil barang-barang keperluan piknik dari mobil.

via yukpiknik.com

via iniceritadanti.blogspot.co.id

Sebenernya ada banyak banget spot asik buat piknik karena kamu tinggal menggelar kain di area taman yang hijau dan lapang yang kamu anggap paling pas. Orang-orang sih sukanya yang dekat dengan danau supaya ada yang dipandangin.. Jangan lupa, untuk bawa peralatan makan plus makanannya serta benda-benda lain buat ngelengkapin piknik asik kamu di Kebun Raya Bogor!

via missellieneous.com

via farhansv.com 

via jalan2.com 

Tadi disebutkan bahwa di dekat taman ini ada Kafe Dedaunan yang merupakan satu-satunya kafe di Kebun Raya Bogor. Kafe ini bergaya Eropa, mungkin untuk pengingat bahwa Kebun Raya Bogor dibangun oleh Belanda yang merupakan bagian dari Eropa. Di kafe yang letaknya agak di bagian atas ini kamu bisa melihat hamparan hijau dengan pemandangan air mancur berikut patung-patung yang menghiasi sekitaran kafe. Bisa jadi alternatif kalau lagi piknik tiba-tiba hujan Gaes..

via klikhotel.com

via beritagar.id

Ga cuma piknik, di Kebun Raya Bogor kamu juga bisa muter-muter ke beberapa spot destinasi. Misalnya, Museum Zoologi yang koleksinya berkaitan dengan hewan. Kamu bisa melihat sekitar 2000 jenis satwa yang diawetkan. Koleksi yang paling ikonik dari museum ini adalah kerangka tulang utuh paus biru yang ditempatkan dalam ruangan tersendiri.

via direktori.kotabogor.go.id

via hellobogor.com 

Kamu juga bisa datang ke Laboratorium Treub yang arsitektur bangunannya menyerupai bangunan Eropa kala dulu. Laboratorium ini dibangun oleh Belanda untuk penelitian seperti penelitian fitokimia atau zat kimia yang berasal dari tumbuhan yang dilakukan pertama kali di Indonesia.

via lahiya.com 

Kalau kebetulan kamu lagi datang dengan pasangan, jangan lupa menghampiri Monumen Lady Raffles yang ada di dekat pintu utama saat memasuki Kebun Raya Bogor. Dalam monumen tersebut ada sebuah prasasti bertuliskan puisi cinta dari seorang penjelajah asal Inggris. Tempatnya aja udah romantis ditambah ada puisi cintanya pula, cocoklah untuk menye-menye bentar sama dia..

via trenwisata.com

via rcannon993.wordpress.com 

Untuk penutup, kamu juga bisa menghampiri Griya Anggrek dengan bangunan berupa rumah kaca yang isinya ada sekitar 500 spesies anggrek. Di sisi kiri kamu bisa melihat spesies anggrek yang alami, sepentara di bagian kanan adalah anggrek hasil silangan. Mau yang alami, mau yang hasil silangan, semuanya indah-indah deh Gaes!

via everybodygoesblog.com

 

6. PUAS HOPPING ISLAND DI SEKITAR PULAU HARAPAN, KEPULAUAN SERIBU

Dibandingkan pulau-pulau lain yang sering didatangi di Kepulauan Seribu seperti Pulau Pramuka, Pulau Pari dan Pulau Tidung, Pulau Harapan terlihat lebih alami dan tenang. Lokasinya berdekatan dengan Pulau Pramuka, jadi kalau kamu naik kapal dari Muara Angke, kamu akan ikut berhenti dulu untuk menurunkan penumpang yang ingin ke Pulau Pramuka, baru kapal lanjut bertolak ke Pulau Harapan.

 

via pulau-harapan.com 

Walaupun sisi-sisi Pulau Harapan bukanlah pantai yang indah buat berenang cantik, namun daerah-daerah di sekitarnya bagus banget Gaes untuk dijelajah. Kondisinya masih terjaga dengan baik jadi kamu bisa melihat karang yang warna-warni dan beragam spesies ikan yang masih mondar-mandir nemenin kamu snorkeling. Misalnya kaya Pulau Bira Besar, Pulau Perak dan Pulau Genteng yang merupakan spot andalan ketika kamu hopping island di sekitar Pulau Harapan.

via seribuharapan.com 

via catatanperjalanantika.blogspot.co.id

via seribuharapan.com 

Selain hopping island untuk snorkeling, kamu juga bisa jelajah pulau di Pulau Bulat, masih di sekitaran Pulau Harapan. Pulau yang katanya miliki Tommi Soeharto ini tak berpenghuni dan asyik buat main-main bareng temen kamu karena pulaunya rindang dan banyak properti yang bisa dipakai untuk foto-foto seperti jembatan dan ayunan dari ban.

via detik.com

via travel.kompas.com 

via thelovecode.wordpress.com 

Belum lagi kamu juga akan dibawa ke Pulau Gusung yang cuma ada ketika air lautnya lagi surut untuk sekedar leyeh-leyeh dan main air lucu sambil nungguin sunset yang superbagus. Kamu bisa foto-foto bareng atau cuma sekedar bengong sambil mikirin hidup hehehe. Pokoknya bebas, terserah kamu!

via travel.kompas.com

Kamu juga bisa ke Pulau Kelapa Dua untuk melihat penangkaran penyu sisik dan Arboretum Mangrove. Pulau Kelapa Dua ini berbeda dengan pulau-pulau untuk snorkeling lainnya karena pulau ini ditinggali oleh orang Bajo yang merantau hingga ke sini. Kamu bisa lihat rumah-rumah panggung yang ada di sepanjang jalan Pulau Kelapa Dua.

via lintasdaerah.blogspot.co.id

via travelerien.com

via lintasdaerah.blogspot.co.id

 

7. MENGUNJUNGI SANG LEGENDA 'GUNUNG ANAK KRAKATAU' YANG TERKENAL DENGAN LETUSANNYA 

Gunung Krakatau pernah meletus super hebat pada Agustus 1883 yang katanya bunyi letusannya kedengeran sampe Australia dan Sri Lanka. Kebayang ga Gaes sekenceng apa kira-kira? Letusan tersebut masuk ke dalam sejarah dunia sebagai letusan terbesar yang menyebabkan tsunami setinggi 30 meter dan debu vulkanis yang menutupi atmosfer hingga Nikaragua selama berhari-hari. Kebayang kan hebatnya letusan Ibu Krakatau tersebut yang sekarang meninggalkan Anak Krakatau dengan status aktif.

via summitpost.org 

via viva.co.id

Walaupun aktif, kamu tetep bisa kok mengunjungi daerah tersebut untuk melihat Anak Krakataunya dan meng-explore pulau-pulau di sekelilingnya yang bagus buat snorkeling. Biasanya orang yang jalan-jalan ke Krakatau akan menginap di Pulau Sebesi yang merupakan pulau berpenghuni dan memiliki banyak homestay. Biasanya sebelum sampai Pulau Sebesi, kamu akan dibawa muter-muter dulu dari Dermaga Canti, tempat parkir kendaraan yang kamu sewa.

via yopiepangkey.wordpress.com 

via pegipegi.com 

 Muter-muternya akan ke Pulau Sebuku Kecil yang berjarak 1 jam perjalanan dengan kapal dari Dermaga Canti dan kamu bisa snorkeling di pantai dengan laut biru dan tenang ini. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Pulau Sebuku Besar yang bawah lautnya ngga kalah indah, tapi kamu harus hati-hati dengan ubur-ubur kecil tak kasat mata di sini yang bikin badan gatel-gatel dan bentol.

via adikristanto.net

via jakartalair.blogspot.co.id

via janusantara1989.blogspot.co.id

Setelah snorkeling di dua pulau tadi, biasanya kamu akan beres-beres di Pulau Sebesi dimana kamu bisa makan dan mandi di rumah warga atau homestay yang telah disediakan. Biasanya, kamu akan dibawa untuk melihat matahari terbenam di Pulau Umang-Umang yang dekat dari Pulau Sebesi, sekitar 15-20 menit naik kapal. Ketika kembali ke Pulau Sebesi, jangan lupa untuk charge segala gadget dan alat elektronik kamu karena listrik hanya hidup dari jam 6 sore hingga 12 malam.

via untung09.wordpress.com 

via malahayati.ac.id

Nah keesokan harinya kamu harus bangun pagi-pagi sekali, sekitar pukul 04.00 untuk melihat anak krakatau. Harus pagi-pagi karena kamu harus melakukan 2 jam perjalanan naik kapal untuk sampai ke Pulau Anak Krakatau yang dilanjutkan dengan trekking santai selama 30 menit ke lerengnya. Siap-siap dengan kondisi laut yang akan kamu lewati, karena ada pengalaman sebagian orang yang katanya ‘seru’.

via kompasiana.com/nur.ragil55 

Anak Krakatau tidak terlalu tinggi sebenarnya, tapi membutuhkan waktu yang lumayan untuk sampai ke atas karena medannya berpasir dan berkerikil sehingga orang yang menaikinya sering tergelincir. Kalau kamu mau tahu lebih banyak tentang gunung ini, kamu bisa tanya-tanya pemandunya juga Gaes. Jangan lupa untuk selalu mendengarkan kata pemandu dan batas-batas yang boleh dilewati ya kalau masih ingin lanjut snorkeling ke Lagoon Cabe

via pecicilan.com

via mantostrip.wordpress.com 

via trayothegreat.wordpress.com 

 

8. MENJAJAL TEBING DAN MEMAINKAN ADRENALIN DENGAN ROCK CLIMBING DI CITATAH 

Harus coba minimal sekali sih Gaes untuk memanjat tebing batu kapur yang ada di Citatah yang merupakan area kapur tertua di Pulau Jawa. Untuk sampai ke tebing ini dari Jakarta kira-kira butuh waktu 3 jam dan tidak sulit untuk dicapai karena terletak di jalur utama Jakarta-Bandung. Sayangnya, di kawasan ini terjadi penambangan tebing karst secara berlebihan jadi kamu harus cepat-cepat kesini sebelum tebingnya ga bisa dipanjat lagi hehehe..

via jakportal.com 

via inisayadanhidupsaya.wordpress.com 

Karakteristik tebing yang terbuat dari batuan karst dan cacat-cacat yang ada di tebing ini lumayan menantang untuk dipanjat, buat adrenalin kamu naik turun sekaligus melatih mental dan stamina kamu. Ada 3 tebing yang memiliki ketinggian berbeda-beda yaitu Tebing Citatah 48, Tebing Citatah 90, dan Tebing Citatah 125. Buat yang udah jago, biasanya sih akan memanjat Tebing Citatah 125 yang bebatuannya berasal dari Batuan Andesit dan Marmer. Para pemanjat expert ini melakukan beberapa teknik seperti Face Climbing, Jamming, serta Bridging untuk bisa menaklukan tebing 125 meter ini.

via superadventure.co.id

via climbing.ilooove.it 

Sementara Tebing Citatah 90 memiliki jenis batuan kapur yang berlokasi di sekitar pabrik penambangan batu karst sehingga di tebing inilah aktivitas penambangan kapur dan marmer dilakukan. Nama resmi Tebing Citatah 90 ini adalah Gunung Pabeasa yang memiliki 4 hingga 5 jalur pemanjatan. Walalupun memiliki jalur pemanjatan, namun memanjat di Tebing Citatah 90 ini agak tidak direkomendasikan karena medan tebing yang lebat dengan pepohonan, aktivitas penambangan dan hanya terdapat dua hanger atau gantungan pengaman di tebing tersebut.

via survival491m.blogspot.co.id

via uliners-cimahi.blogspot.co.id

Nah kalau masih pemula biasanya diajak ke Tebing Citatah 48 alias Gunung Tebing Manik  yang letaknya ada di Desa Cipatat dengan 25 jalur pemanjatan. Dari Jakarta bisa naik kendaraan pribadi atau bisa juga naik bus jurusan Bandung yang rutenya lewatin Puncak, terus bilang sama kenek bis untuk turun di Tebing Citatah 48. Walaupun untuk rock climber pemula, tapi kamu harus tetap harus siap-siap mental. Karena untuk sampai ke tempat manjatnya aja, kamu harus melewati jalan turun yang curam di bebantuan dengan bantuan tali.

via inisayadanhidupsaya.wordpress.com

via inisayadanhidupsaya.wordpress.com 

Kalau kamu sama sekali blank tentang rock climbing tapi pengen banget nyobain, coba aja dateng kesini untuk langsung manjat dengan ikut kursusnya dulu. Jangan lupa untuk siapin fisik dan mental yang oke karena energi kamu akan terkuras bahkan saat baru sampai pitch atau bagian curam tebing pertama. Dari pitch pertama ini, kamu udah bisa dapet pemandangan superb yang isinya hamparan area Padalarang dengan kawasan kapurnya dan rumah-rumah yang terlihat kecil.

via instagram.com/5syahputra

via galihsedayu.wordpress.com 

 

Detail Informasi

Harga : Rp 100.000 (2015) per orang untuk kuota 3-5 orang

Alamat : wilayah Padalarang

Kontak : -

 

9. NAIK GUNUNG SANTAI DI GUNUNG PAPANDAYAN, GARUT 

Kata orang-orang yang sering naik gunung, hiking di Papandayan ini santai karena jalurnya tidak terlalu sulit. Cocok untuk pemula yang bahkan belum pernah naik gunung atau siapapun yang mau naik gunung santai karena lokasinya juga dekat dari Jakarta, tepatnya ada di Garut, Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2.665 mdpl ini ternyata masih aktif dan mengeluarkan asap tebal hingga sekarang. Siap-siap untuk merogoh kocek mulai dari Rp 67.000 (2016) untuk pengunjung lokal yang datang saat weekdays. Rinciannya yaitu Rp 20.000 untuk tiket masuk pengunjung lokal + Rp 12.000 untuk kendaraan roda dua + Rp 35.000 untuk camping.

via id.wikipedia.org

via justinlarissa.com 

Kalau kamu naik Gunung Papandayan, jangan lupa bawa masker ya Gaes karena kamu akan melewati jalur kawah berbatu yang masih berasap dengan bau belerang yang menyengat. Selepas dari kawah tersebut, kamu akan memasuki daerah yang curam dan hijau kemudian sampai deh ke pos pertama yang bisa buat istirahat. Di pos ini kamu juga bisa jajan karena banyak penjual makanan.

via klikriau.com

via justinlarissa.com

via borukaro.com 

Dari pos pertama, kamu harus mendaki lagi untuk sampai ke Pondok Saladah yang merupakan area camping. Di area camping ini sudah tersedia tempat mencuci, WC, bahkan warung. Jadi sering dibilang lebih mirip mall daripada naik gunung karena sudah terlalu ramai dan jadinya kurang asri. Ini juga sih faktor lain kenapa naik Gunung Papandayan dibilang santai karena ngga perlu takut kelaparan hehehe

via conaxe.com 

via travel.kompas.com 

Setelah malam harinya kamu istirahat, ada baiknya kamu bangun jam 03.00 pagi ikutin rombongan yang naik ke Tegal Alun untuk melihat matahari terbit. Tegal Alun ini merupakan puncak tertinggi Gunung Papandayan sehingga jadi spot yang pas untuk lihat sunrise.

via wovgo.com

via wiranurmansyah.com 

Perjalanan naik gunung santai kamu di Papandayan akan maksimal dengan pemandangan yang ada di sini. Kamu bisa menikmati Kebun Edelweiss dengan hamparan Bunga Edelweiss yang merupakan bunga endemik gunung yang tidak akan mati sehingga disebut juga dengan bunga abadi. Selain itu, kamu juga akan melihat The Dead Forest atau hutan mati yang tercipta akibat letusan Gunung Papandayan pada tahun 2002 yang menyisakan tanah tandus dan terbakar serta batang-batang pepohon yang mati. Tempat ini penuh kabut dan agak memberikan kesan mistis, terlebih saat mendung.>

via youtube.com/Delaya MDS

via travel.kompas.com

 

10. CAMPING EFFORTLESS  AKA GLAMPING DI GUNUNG PANCAR, SENTUL 

Letaknya deket banget dari Jakarta tapi suasanya beda jauh jadi pas banget untuk kamu weekend escape untuk ngilangin hectic dan kabur sejenak dari ibukota. Kamu tinggal berkendara 45-60 menit lewat tol Jagorawi dan akan langsung hepi berada di tengah-tengah hutan pinus dengan atmosfer yang tenang dan sejuk.

via thecarpenteroutdoor.com 

via kompas.com 

Daerahnya instagramable dengan properti tenda yang ala ala tenda Mongol yang serba putih dan membulat di bawah. Ditambah perintilan bendera-bendera segitiga yang digantung serta api unggun yang juga bisa menghangatkan karena udara malam hari di sini bisa membuat orang Jakarta menggigil. 

via cosmogirl.co.id

via gunungpancar.com 

Disebut effortless karena kamu ga perlu usaha seperti camping pada umunya yang mengharuskan kamu untuk mendirikan tenda lalu gelar matras dan sleepingbag karena semuanya sudah disediakan di sini. Udah ada tenda yang lucu tadi, tempat tidur, selimut, karpet, listrik, penerangan, dan kamu juga bisa BBQ-an rame-rame ketika malam hari. Untuk makanan, juga disediakan paket yang tinggal dimasak dan kamu bisa pilih menunya. Kalau bener-bener mager, bahkan pegawainya siap memasak untuk kamu Gaes!

via bucketlist.id

via bucketlist.id

Untuk bisa bermalam di sini minimum kamu harus datang ber 4 untuk ngisi satu tenda. ya kan kalau lebih rame orangnya akan lebih seru.. Supaya lebih seru lagi, kamu dan rombongan kamu bisa membeli paket untuk outbound atau muter-muter sekitaran tempat glamping seperti tour ke Curug yang ada di dekat situ.

 

Detail Informasi 

Rate: mulai dari Rp 340.000 (2017) per orang per malam

Alamat : Gunung Pancar, KP Ciburial, Karang Tengah village, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat

Kontak : 081213446574

 

11. LEYEH-LEYEH MANIS DI PULAU MACAN 

Ini dia nih, salah satu pulau di Kepulauan Seribu yang merupakan milik pribadi namun menyediakan resort yang bisa disewa. Berbeda dengan pulau-pulau lain di Kepulauan Seribu yang mengharuskan kamu tinggal di homestay atau tenda camping, kamu akan tinggal di resort mewah dengan fasilitas serba ada di sini. Untuk sampai ke sini pun, kamu akan memulai perjalanan dari Pelabuhan Marina Ancol dengan kapal yang nyaman dibandingkan kamu naik kapal dari Muara Angke.

via pulauseribuindonesia.com 

via gogonesia.com

Pas udah sampai, kamu juga akan terkagum-kagum dengan resort dan sekeliling pulau yang pas banget untuk jadi tempat kamu getaway dari hiruk pikuk ibukota. Pulau berukuran tak sampai satu hektar ini hanya akan dipenuhi sekitar kurang dari empat puluh pengunjung per harinya, jadi kamu ga akan lihat lautan manusia melainkan lautan beneran.

via dewawisata.com

via twitter.com/macanislandtour 

via backpackstory.wordpress.com 

Selain leyeh-leyeh di sini kamu juga bisa snorkeling yang tinggal nyebur doang di air jernih sekitaran resort, effortless kan Gaes.. Di bawah lautnya, kamu akan menemukan karang-karang yang masih asri. Asiknya lagi, segala masker, snorkeling gear dan fins, maupun jacket sudah disediakan oleh resort secara gratis.

via wulandarifitriblog.wordpress.com

via backpackstory.wordpress.com 

Udah puas berenang, kegiatan lain yang bisa kamu lakukan adalah bermain kano. Kanonya udah disediakan oleh resort. Kalau kata lagu, all you gotta do is ask haha. Bebas mau mendayung sampai ke Pulau Macan Gundul di seberang juga boleh, tapi hati-hati jangan sampai terbawa air (dan perasaan) karena bisa menghanyutkan.

via backpackerjakarta.com

via ayokitacerita.com 

Puas dayung sampai ke Pulau Macan Gundul, kamu bisa trekking di pulau tak berpenghuni ini. Gausah takut nyasar karena pulau ini ga punya banyak jalan bercabang, lempeng aja dia..

via backpackstory.me

Jangan lupa balik ke resort ketika sudah mau sunset karena sayang banget kalau kamu melewatkan matahari terbenam di sini. Sebenernya kamu bisa melihat sunset di manapun di resort ini tapi ada tempat yang telah disediakan khusus untuk menyaksikan sunset, dimana tempat khusus ini sengaja didesain untuk dua orang biar lebih syahdu gitu ngeliatnya.

via cincinletseat.wordpress.com

via duniajalanjalan.com

via backpackstory.me 

Pas udah gelap, kamu bisa bebenah untuk melakukan aktivitas malam. Maksudnya outdoor di malam hari hehe. Maksudnya aktivitas yang dilakukan rame-rame.. Eh pokoknya contohnya kaya BBQan bakar-bakar ikan hasil tangkapan oleh nelayan lokal. Setelah isi perut, tidak ada salahnya menghangatkan badan dengan api unggun sambil ngobrol-ngobrol tentang hidup dengan teman kamu sampai ngantuk menyerang.

via backpackstory.me 

via backpackstory.me 

 

Detail Informasi

Harga : mulai dari Rp 2.299.000 per orang sudah termasuk semuanya (boat transfer, makan, dan fasilitas lainnya) dengan minimum 2 orang tamu

Alamat : Pulau Macan

 

12. SURFING CERIA DI PANTAI CIMAJA 

Pantai di daerah Pelabuhan Ratu yang berjarak sekitar 120 km dari Jakarta ini populer di kalangan peselancar internasional loh Gaes! Selain karena ombaknya sabi dan sering dijadikan tempat acara surfing internasional, ternyata tempat ini juga melahirkan juara surfing tingkat internasional yang mengalahkan juara dunia selama sembilan periode, yaitu Mang Dede Suryana.

via surfersvillage.com 

via surfingmagazine.com

Tadi dibilang kalau ombaknya sabi, ya kira-kira bisa mencapai 4 meter. Makanya jangan heran kalau banyak orang lokal yang jago surfing di sini, bahkan yang masih kecil sekalipun. Biasanya yang berselancar di ombak tinggi-tinggi itu adalah orang lokal atau bule-bule yang emang udah jago.

via m.tempo.co 

via hallobandung.com 

Warlok yang udah expert surfing biasanya menawarkan jasa untuk ngajarin tamu berselancar di sini, seperti Mang Dede Suryana yang membuka sekolah surfing. Gausah jiper kalau mau belajar, karena ada beberapa sisi pantai yang ombaknya aman untuk kalangan pemula. Kamu akan diajarkan teknik-teknik berselancar di darat dulu kemudian praktek langsung di laut.

via putridwiandari.com

via putridwiandari.com

Biasanya, turis-turis yang datang kala weekend udah bawa peralatan lengkap untuk menikmati ombak di sini. Tapi ga perlu takut kalau datang ke sini untuk coba-coba berselancar tanpa punya papanya karena di sini banyak toko peminjaman papan selancar, salah satunya adalah punya Mang Dede Suryana yang dari tadi disebut-sebut. 

via jejakkurcaci.com 

Serunya lagi, kamu ga cuma bisa menikmati ombak di Pantai Cimaja, tapi juga sunset di sini yang super bagus! Kamu bisa menyaksikan matahari terbenam dengan duduk-duduk di pinggir pantainya..

via thecinnamonjourney.blogspot.co.id

via kpmjawabarat.blogspot.co.id

 

13. CAMPING DI KEPULAUAN SERIBU 

Beberapa pulau di Kepulauan Seribu sudah dibahas sebelumnya yang cocok untuk snorkeling atau sekedar leyeh-leyeh. Nah, kali ini kita akan ulas untuk kegiatan camping di Kepulauan Seribu. Selama camping, kamu bisa leyeh-leyeh juga sih tapi dengan cara berbeda, seperti hammocking atau buka lapak di pasir pantai. Kalau mau snorkeling juga bisa, langsung terjun aja ke laut. Bedanya, kalau camping kamu harus bongkar pasang semuanya sendiri. Tapi percaya deh, justru di situ keseruannya!

 

Ada beberapa spot yang pas untuk dijadikan lapak membuka tenda yang punya kelebihan masing-masing seperti Pulau Pari, Pulau Air, dan Pulau Semak Daun.

via pikavia.com 

via pegipegi.com 

via jeffidira.blogspot.co.id

Alternatif pilihan pertama adalah Pulau Pari, dimana pulau ini sama terkenalnya seperti Pulau Harapan dan Pulau Pramuka yang sering dijadikan orang untuk tempat menginap ketika mau hopping island di pulau-pulau sekitarnya. Kelebihan kalau kamu membuka tenda di sini di banding Pulau Air dan Pulau Semak Daun adalah Pulau Pari merupakan pulau berpenghuni, jadi di sini ada kehidupan karena ada warganya sehingga kalau kamu males masak kamu bisa dengan mudah beli makanan di warung-warung yang ada di situ. Atau sesimpel kebutuhan charge-men-charge gadget, di sini kamu ngga perlu khawatir kehabisan batre handphone atau kamera karena bisa titip charge di warung tadi. Tapi, walaupun ada warganya, kamu tetep bisa ngerasain atmosfer camping kok karena lokasinya yang ngga deket-deket banget dari perumahan warga.

via piknikdong.com 

via tipswisatakepulauseribu.blogspot.co.id

Pilihan berikutnya, kamu bisa camping di Pulau Semak Daun. Berbeda dengan Pulau Pari, Pulau Semak Daun merupakan pulau tak berpenghuni jadi kamu benar-benar ngerasain getaway dari hirup pikuk ibukota di sini. Ditambah pasir putih yang ada di pantainya yang buat kamu benar-benar merasakan suasana yang berbeda walaupun letaknya ga jauh-jauh amat dari Jakarta. Kamu bisa menghabiskan waktu dengan puas berenang-renang di sini atau sekedar kontemplasi diri, asik.

via antasenawisata.com

via catatansigoiq.com 

via youtube/com/widie widie

Terakhir, kamu juga bisa camping di Pulau Air yang karakteristik pulaunya mirip dengan Pulau Semak Daun yaitu tidak berpenghuni. Di pulau ini bagus banget buat foto-foto karena airnya biru banget. Ya mungkin namanya Pulau Air karena air di pulau ini bagus banget.. Tapi hati-hati kalau mau berenang Gaes karena pantainya berkarang. Jangan lupa bawa peralatan lengkap mulai dari peralatan masak hingga P3K karena kamu akan sendirian di pulau ini (kalau tidak ada rombongan lain yang juga camping di sini) sehingga harus siap sedia dengan segala sesuatunya..

via journe.wordpress.com 

via blog.hulaa.com 

via journe.wordpress.com 

 

Nah itu semua adalah 13 ide untuk short escape dari Jakarta yang bisa dilakukan saat weekend buat kamu yang sudah bosen dengan mall. Dari 13 ide di atas, kira-kira weekend ini kamu mau pergi ke mana? Share di komen ya dan mention temen kamu yang ingin diajak!

 


Penulis
Penulis Chiquita Marbun
or simply called Tita, currently pursuing higher degree in education simply just to postpone her parents-told-destiny to work in a company. You'll either find her lying under the sun by the calm beach or trying several menus on the authentic restaurant if

Rekomendasi Lainnya

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.