18 Kegiatan Gratis dan Menyenangkan yang Bisa Dilakukan di Jakarta


DKI Jakarta - 1226 Hits

Jakarta yang merupakan ibukota terkenal dengan kemahalannya. Misalnya, makan di restoran yang harga makanannya aja udah mahal masih harus ditambah pajak ini itu sampe harga pajaknya sendiri bisa buat makan lagi di lain waktu. Atau, parkir di Indomaret dimana abang-abang tukang parkirnya seperti makhluk halus, akan tiba-tiba muncul saat kita sudah mau keluar dan akan ngeluh kalau cuma dikasih selembar 2 ribuan. Tapi, tau ga kalau ternyata di Jakarta masih ada tempat-tempat seru yang asyiknya berbiaya murah bahkan gratis. Nah, buat kamu yang bosen dan kepingin keluar rumah tapi keadaan kantong berbicara lain, berikut adalah ide 18 kegiatan menyenangkan dan murah bahkan gratis yang bisa kamu lakukan di Jakarta. Dengan melakukan kegiatan ini, kamu bisa hepi-hepi tanpa harus mengeluarkan rupiah yang banyak.

 

1. MENIKMATI ALUNAN BIOLA DI TAMAN SUROPATI

Taman yang terletak di pinggir jalan area Menteng ini ramai didatangi orang, apalagi ketika weekend. Kamu bisa bebas ngapain aja di sana, dari mulai olahraga lari, muter-muter taman sambil ngobrol, main sama burung yang ada di sana sampai cuma sekedar duduk-duduk nikmatin ambience-nya.

via jakarta-tourism.go.id

via nirasyafira.wordpress.com

via m.tempo.co

Salah satu hal yang menarik adalah kegiatan latihan biola yang diadakan setiap minggu oleh Taman Suropati Chambers atau TSC. TSC adalah komunitas yang memiliki minat pada seni musik, khususnya alat musik gesek seperti biola dan cello. Siapapun bisa bergabung di komunitas ini dan ikut latihan, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak, bahkan juga orang yang berkebutuhan khusus, yang penting sama-sama memiliki keinginan untuk belajar. 

via zetizen.com

via republika.co.id

Kalau kamu ingin menikmati alunan musik gesek di Taman Suropati ini, kamu cukup datang kesana pada Minggu pagi. Kamu bisa bebas menikmati musiknya di taman sambil duduk-duduk tanpa dipungut biaya apapun.

via biroelaut-tamasya.blogspot.co.id

via alfalegro.wordpress.com 

 

2. MENGASAH JIWA SENI KAMU DI GALERI NASIONAL

Kegiatan lainnya yang bisa kamu lakukan dengan gratis dan menyenangkan di Jakarta adalah lihat-lihat koleksi seni di Galeri Nasional (Galnas) yang letaknya berada di seberang Stasiun Gambir. Benda koleksi di Galnas ini mencakup lukisan, keramik, patung, seni instalasi dan fotografi dari seniman lokal yang populer seperti Raden Saleh dan Affandi maupun koleksi seni karya seniman luar negeri seperti dari India, Kuba, Peru dan Vietnam. Terkadang, Galnas juga sering dijadikan tempat pameran karya seni dari seniman tertentu, kamu bisa cek jadwalnya secara online.

via outoftheboxindonesia.wordpress.com

via galeri-nasional.or.id

via palethecat.blogspot.co.id

Selain melihat benda-benda koleksi seni, kamu juga bisa mengagumi bangunan Galnas ini yang memiliki kesan kuno dengan arsitektur khas Belanda. Gedungnya telah dibangun dari tahun 1817 yang kemudian digunakan sebagai asrama khusus wanita untuk pendidikan pertama di Hindia Belanda. Pada tahun 1999, gedung ini baru diresmikan menjadi Gedung Galeri Nasional oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu.

via galeri-nasional.or.id

via kristyarin.wordpress.com

via icystory.blogspot.co.id

Kamu dapat menemukan tempat ini dengan mudah karena letaknya di pinggir jalan besar dengan plang nama besar bertuliskan "Galeri Nasional Indonesia". Untuk berkunjung, kamu bisa datang mulai dari Selasa hingga Minggu pukul 09.00 sampai 16.00 tanpa harus membayar tiket masuk.

via detik.com

 

3. CARI SEHAT DI TAMAN JOGGING JAKARTA

Cari sehat di Jakarta bisa dilakukan di taman jogging-taman jogging yang tersedia di kota ini. Salah satu taman jogging yang asyik dan sering dijadikan lokasi cari sehat adalah Kebun Binatang Ragunan yang memang rimbun dan letaknya ga di pinggir jalan raya. Paling enak datang ke sini pagi-pagi sebelum pukul 06.00 supaya udaranya masih enak dan belum ramai.

via idntimes.com

Kebun binatang yang luasnya 140 hektar dan dipenuhi pepohonan ini tepat banget untuk jadi lokasi jogging. Asiknya lagi, setelah jogging kamu bisa lihat-lihat binatang yang ada di sanadengan jalan kaki, ya itung-itung buat pendinginan Gaes. Kamu bisa nikmatin itu semua dengan membayar biaya masuk sebesar Rp 4.000, udah ga pake ada tambahan pajak-pajakan lagi.

via iniyunikah.wordpress.com

via enaayuwan.blogspot.co.id

Kalau kamu ngerasa Kebun Binatang Ragunan yang lokasinya di Jakarta Selatan itu jauh banget, kamu bisa coba lari di Taman Jogging Summarecon di Kelapa Gading yang tidak dipungut biaya sama sekali. Taman Jogging yang baru diresmikan tahun 2008 ini selain memang memiliki banyak area hijau, juga memiliki fasilitas publik yaitu jogging track, area bermain anak, lapangan basket, bangku taman dan toilet. Kalau mau jogging, jangan lupa bawa handuk dan air putih ya Gaes!

via marischkaprudence.blogspot.co.id

via iamrendy.wordpress.com

via sehatdanfit.com

 

4. MANDATORY SELFIE DI BAWAH MONUMEN NASIONAL AKA MONAS, IKON KOTA JAKARTA 

Kalau masuk Monas kamu harus bayar tiket masuk, tapi kalau cuma selfie di depannya untuk nandain kalau kamu pernah main ke Monas itu gratis Gaes hehehe. Sayang banget buat kamu yang jalan-jalan ke Jakarta atau bahkan warga Jakarta itu sendiri tapi belum pernah foto di depan ikon kota Jakarta ini karena berarti kunjungannya belum official.

via indoindians.com

Monas mulai dibangun dari tanggal 17 Agustus 1961 atas perintah Presiden Soekarno untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari pemerintah Belanda. Bangunan atau tugu ini dibangun setinggi 132 meter dan puncaknya berbentuk lidah api yang dilapisi emas untuk melambangkan semangat perjuangan Indonesia yang menyala-nyala. Nah berikut adalah ide-ide untuk kamu foto selfie di Monas, mulai dari yang biasa sampe yang lucu-lucu.

via instagram.com/mnaufalf

via instagram.com/angeltan1995

via explorelah.blogspot.co.id

via instagram.com/cahyo_dlucksana

Di sekitaran Monas terdapat area hijau dan paving block yang sering digunakan orang untuk sekedar jalan kaki, sepedaan atau jogging. Jadi selain foto, kamu juga bisa menikmati area sekitaran Monas yang juga gratis.

via borukaro.com

via thetripcorner.com

Kalau kamu mau masuk Monas untuk melihat ada apa di dalamnya, kamu perlu membayar sebesar Rp 20.000 untuk orang dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Di dalamnya, kamu bisa lihat diorama-diorama yang menceritakan tentang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia kala dulu.

via jakarta.panduanwisata.id

via auvijanfamily.wordpress.com

Selain itu, kamu juga bisa naik ke puncaknya, tepatnya di bawah lidah api emas untuk melihat Jakarta dari atas. Kamu bisa melihat bangunan bersejarah yang ada di sekitaran Monas seperti Istana Merdeka dan Masjid Istiqlal secara keseluruhan. Untuk bisa melihat ini, Kamu perlu membayar tambahan Rp 7.500 lagi atau Rp 3.500 untuk yang anak-anak supaya bisa sampai ke pelataran puncaknya.

via konsumenreview.com

via arif-febriyanto.com

via instagram.com/tinochang

 

5. MENYAKSIKAN PERTUNJUKAN ONDEL-ONDEL KELILING DI DAERAH RAMAI PENGUNJUNG IBUKOTA 

Ondel-ondel merupakan kesenian budaya asli Betawi. Menurut kepercayaan orang Betawi, ondel-ondel berfungsi untuk menolak bala atau hal yang mengganggu ketentraman manusia, sekaligus sebagai ritual pelengkap setelah musim memotong padi. Kala dulu, pertunjukkan ondel-ondel diiringi oleh lagu-lagu tradisional Betawi dari kelompok orkes kampung seperti gong, bas, gendang dan sukong untuk melodinya.

via bataviadigital.perpusnas.go.id

via sayangi.com

Ondel-ondel mirip kaya boneka besar yang tingginya bisa mencapai 4 meter, terbuat dari bambu yang dikasih baju dan perhiasan seperti pengantin. Biasanya selalu diarak sepasang dengan wajah berupa topeng laki-laki dan perempuan yang agak serem, makanya suka ada beberapa anak kecil atau bahkan orang dewasa yang takut sama ondel-ondel.

via mazmuzie.blogspot.co.id

via indonesiakaya.com

Sekarang, kalau kamu ingin melihat pertunjukkan ondel-ondel, kamu tidak harus pergi ke pesta-pesta rakyat Betawi karena justru sudah jarang ditemui dalam pesta rakyat yang diadakan di Jakarta. Ondel-ondel bisa kamu temukan ketika hari Minggu pagi di jalan protokol saat sedang diberlakukan jam Car Free Day (CFD).

via lincolnindonesia.blogspot.co.id

via tempo.co

via kabarinews.com 

Atau kamu cukup singgah ke daerah Kota Tua atau Cikini di Jakarta Pusat saat weekend karena ada sekelompok anak muda yang menjadikan pertunjukan ondel-ondel dalam bentuk ngamen untuk memperoleh penghasilan sekaligus melestarikan budaya Betawi. Sebenarnya kamu bisa hanya melihat dari trotoar di depan deretan kafe-kafe di Cikini tanpa harus membayar, tapi kalau kamu merasa terhibur, tak ada salahnya untuk nyawer ondel-ondel ini supaya mereka tetap lestari Gaes.

via kompasiana.com/dannysubagja

via kaskus.co.id

 

6. WISATA KELILING JAKARTA NAIK BUS WISATA GRATIS 

Sebenarnya, bus model tingkat seperti ini dulu sudah pernah ada di Jakarta, namun fungsinya adalah sebagai angkutan umum, bukan bus wisata. Kemudian pada tahun 2014, bus tingkat kembali beroperasi dengan kondisi yang lebih menarik dan berfungsi khusus untuk berkeliling Jakarta. Bus tingkat untuk city tour adalah fasilitas publik yang disediakan dari pemerintah DKI Jakarta secara gratis. Lain dulu lain sekarang Gaes, coba aja bandingin bentukannya!

via istiam.blogspot.co.id

via porosberita.com

Pada saat awal-awal launching, bus tingkat ini memiliki pemandu wisata yang bisa menceritakan tentang tempat-tempat yang didatangi. Walaupun sekarang fasilitas pemandu wisata sudah tidak ada lagi, hal tersebut tidak mengurangi kenyamanan bus ini, apalagi sekarang jumlah armadanya sudah ditambah.

via designsponge.com

via tempo.co

Saat weekdays, biasanya bus ini beralih fungsi menjadi bus feeder karena diberlakukannya peraturan larangan kendaraan roda 2 masuk jalur protokol sementara banyak kantor yang dilewati oleh jalur bus ini. Baru pada saat weekend, fungsinya sebagai bus wisata kembali lagi secara total. Kalau naik bus ini, kamu bisa keliling Jakarta gratis melewati tempat-tempat yang menjadi simbol kota Jakarta, seperti Monas, Museum Nasional, Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, GKJ Sarinah, Bundaran HI, dll.

via metrotvnews.com

via cewekbanget.id

via tempo.co

Kalau kamu ingin naik bus ini, coba saja antre di halte-halte berikut : Bundaran HI, Pasar Baru, Pecenongan, Balai Kota, Sarinah, Monas dan Masjid Istiqlal. Kamu harus pinter-pinter milih tempat duduk supaya bisa dapat pemandangan bagus, biasanya sih di tingkat atas bagian depan. Dalam bus ini tidak diizinkan berdiri sementara kursinya pun terbatas, jadi kalau mau ikut tur bus ini coba hindari halte yang ramai seperti Monas ya Gaes! Berikut adalah rute-rute dan jam operasional bus supaya kamu bisa merencanakan trip dengan baik.

via twitter.com/cannylv

via tribunnews.com

 

7. MENYAKSIKAN ANAK-ANAK LATIHAN MENARI DI TAMAN ISMAIL MARZUKI

Taman Ismail Marzuki (TIM) letaknya ada di Jakarta Pusat, di pinggir Jalan Raya Cikini. Di komplek TIM ini ada beberapa hal yang bisa didatangi seperti bioskop XXI, Institut Kesenian Jakarta, Planetarium, Graha Bakti Budaya yang biasanya menjadi tempat pagelaran seni, Gedung Teater Jakarta atau kamu juga bisa leyeh-leyeh di taman belakang sambil liat-liat kegiatan yang orang lain lakukan.

via eventseeker.com

via indonesiakaya.com

via jalan2.com

Kalau kamu datang kesini saat weekend, kemungkinan besar kamu akan melihat anak-anak belajar tari, terlebih saat Minggu sore kamu akan melihat mereka belajar tarian daerah di depan Gedung Graha Bakti Budaya. Lain waktu, kamu juga bisa melihat anak-anak dari kelompok sanggar yang berbeda berlatih tarian modern seperti breakdance.

via nationalgeographic.co.id

via muda.kompas.id

Pokoknya, kalau kamu datang ke TIM selain kamu bisa menyaksikan anak-anak latihan nari, juga bisa merasakan artsy vibes di sana yang memang biasanya didatangi oleh orang-orang penyuka seni. Hal ini tidak aneh karena memang nama panjangnya TIM adalah Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki yang diresmikan pada tahun 1968 oleh Gubernur DKI Jakarta pada masa itu sebelum dulunya bernama Taman Raden Saleh yang merupakan lintas balap anjing.

via goodnewsfromindonesia.id

via merdeka.com

via jabar.pojoksatu.id

 

8.MELIHAT BARANG-BARANG ANTIK DI JALAN SURABAYA, MENTENG 

Jalan yang satu ini memang sudah populer apalagi di kalangan turis mancanegara yang merupakan salah satu destinasi wajib kunjung mereka ketika sudah sampai Jakarta. Di sepanjang jalan ini kamu akan melihat kios-kios yang dipenuhi oleh benda-benda jadul dan antik. Kios-kios ini ternyata awal mulanya pada tahun 1975 berupa lapak dari terpal hingga kemudian pada 1988 dibangun kios.

via myeatandtravelstory.wordpress.com

via pegipegi.com

Jangan kaget kalau kamu menemukan benda-benda aneh seperti gramaphone buatan Jerman, kamera dari masa ke masa sampe-sampe kamera yang gedenya sebadan manusia, telepon putar lampu kristal atau benda-benda koleksi seperti piringan hitam hingga replika mini barang seperti sepeda onthel.

via kota.com

via metrokini2014.wordpress.com

via djarumcoklat.com

Selain barang antik dan koleksi, kamu juga bisa menemukan kios yang menjual berbagai tas dan koper dari mulai hasil produksi dalam negeri hingga luar negeri. Tidak ada harga tetap untuk barangnya, makanya kamu harus pintar-pintar menawar supaya dapat harga yang paling murah. 

 

via indonesia-holidays.com

via tripadvisor.com

 

9. MENDATANGI PASAR MALAM UNTUK MELIHAT KOMEDI PUTAR ALA LOKAL 

Pasar malam di Jakarta ini merupakan tempat hiburan yang occasional, jadi yaa ga selalu ada di tempat itu alias berpindah-pindah sesuai jadwal dan momen. Dulu katanya semua orang dari semua kalangan datang ke pasar malam untuk mencari hiburan, tapi seiring perkembangan zaman dimana lahan semakin berkurang dan hiburan yang ada di Jakarta semakin bertambah, sekarang pasar malam ini jarang ada dan hanya didatangi oleh kalangan tertentu saja. Beruntung kalau kamu lagi bosan dengan hiburan kota dan ketemu pasar malam ini karena ternyata seru banget menjelajahi dan berbaur sama dengan pengunjung di pasar malam ini. ?

via merdeka.com

Area yang biasanya dijadikan pasar malam adalah Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur atau di perempatan Pasar Rebo yang juga di Jakarta Timur ketika mendekati malam tahun baru. Di pasar malam ini terdapat beberapa hiburan seperti yang paling terkenal yaitu wahana Bianglala dan komedi putar yang ikonik. Kalau kamu mau mencoba naik wahana ini, kamu hanya perlu mengeluarkan uang kurang dari Rp 10.000, jauh lebih murah daripada pergi ke dufan hehehe..

via radaronline.co.id

via tribunnews.com

via kompasiana.com/danielmashudi

Selain ada bianglala dan komedi putar, juga ada permainan lain seperti kereta-keretaan, kora-kora dan sejenisnya. Kalau sudah bosan main yang itu, kamu bisa coba permainan seperti mancing botol atau lempar kalung plastik yang hadiahnya HP loh! Seru-seru greget kalau ga bisa-bisa pengen nyoba terus. Ya namanya pasar, kamu ga cuma bisa main tapi juga bisa beli barang-barang seperti pakaian dan boneka dari pedagang yang menjajakan barangnya di sana. Pokoknya seru Gaes, dan gratis kalau kamu cuma mau muter-muter sambil ngeliat kegiatan pengunjung yang mencari hiburan di sana.

via tribunnews.com

via slamsr.com

via infopublik.id

 

10.JALAN-JALAN DI PASAR BARU YANG TELAH ADA SEJAK ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA 

Kamu akan langsung ngeh ketika ada di depannya karena pintu gerbang masukya unik dan ada tulisan “Passer Baroe” segede gaban. Untuk sampai ke sini juga gampang karena letaknya di pinggir jalan besar yang bersebrangan dengan halte Bus TransJakarta Pasar Baru dan di dekat situ juga ada Stasiun Kereta Juanda yang tinggal jalan kaki.

via en.wikipedia.org

via chockysihombing.com

Pasar Baru yang udah ada dari tahun 1820 ini masih asri sampai sekarang loh Gaes. Di dalamnya kamu bisa jalan-jalan dan ketemu orang-orang yang jualan makanan, kain, tas, sepatu dan aksesoris. Kalau kamu penasaran dan masuk ke dalam gedung-gedung perbelanjaannya, di situ kamu akan menemukan penjual barang-barang kecantikan seperti shampoo, make up, catokan rambut dan sejenisnya.

via kancrut.wordpress.com

via smartravellerblog.wordpress.com

via flickr.com/luluk

Kalau kelaparan pas jalan, kamu bisa beli makanan yang ada di pinggir jalan lalu Pasar Baru atau cobain restoran yang udah ada dari dahulu kala di sana seperti Restoran Tropik yang ada di pinggir jalan utama Pasar Baru atau Bakmi Gang Kelinci yang adanya di gang tapi gangnya udah ga ada kelincinya Gaes. Hihi.

via masakapa.wordpress.com

via en.wikipedia.org

 

11. NGADEM SAMBIL WINDOW SHOPPING DI BEBERAPA MALL JAKARTA

Setuju kaaan kalau Jakarta dijuluki sebagai kota mal. Mal bejibun di sini dari yang paling gaul sampe paling alay lengkap semua. Jakartans kalau mau cari hiburan atau nungguin macet biasanya datang ke mal, selain karena biasanya lokasinya strategis dan tempatnya nyaman karena ber-AC, mal juga memberikan fasilitas yang lumayan lengkap untuk ngabisin waktu.

via blog.misteraladin.com

via latinamericanstudies.org

Di mal ada tempat makan yang biasanya enak-enak dengan harga yang lumayan. Terus juga ada tempat nongkrong untuk kamu yang mau ngobrol-ngobrol atau cuma duduk ngerjain sesuatu. Mau nonton dan belanja juga bisa. Mau ga ngapa-ngapain dan cuma muter-muter juga ga ada yang ngelarang. Seru juga sih cuma muter-muter sambil liatin barang-barang yang dipajang di toko untuk jadi ide atau rencana apa yang akan kamu beli.

via umisyam.com

via sexychallenges.blogspot.co.id

Kalau base kamu di Jakarta Pusat, mal wajib yang didatangi orang di sini adalah Grand Indonesia yang kayanya merupakan mal paling lengkap karena hampir semua merek ada di sini dan untuk makan kamu juga tinggal tunjuk restoran karena banyak banget pilihan. Kalau kamu mau yang lebih high class, kamu bisa nyebrang ke Plaza Indonesia dimana brand-brand yang ada di sini lebih wow. ?

via klikhotel.com

via keratonattheplazajakarta.com

Jika base kamu di Jakarta Selatan, ada beberapa mal yang bisa kamu datangi seperti Plaza Senayan dan Senayan City yang letaknya sebrang-sebrangan jadi kalau bosen ke yang satu, tinggal nyebrang ke yang lain. Atau bisa juga coba ke Gandaria City dan Pondok Indah Mall atau PIM yang ada dari PIM 1 sampai PIM 3.

via eventseeker.com 

via pegipegi.com

Untuk yang base-nya di Jakarta Utara, mal yang paling hits adalah MKG atau Mall Kelapa Gading yang ada sampai 5 (MKG 1- MKG 5) tapi ga ada MKG 4 karena angka 4 dianggap angka sial. Kamu bisa ngadem sekaligus window shopping di sini karena banyak banget brand yang dijajakan, secara mall-nya ada sampai 5 ya Gaes.

via afandri81.wordpress.com

via sukamta.com

Jakarta Barat punya Mall Taman Anggrek (MTA) yang di dalamnya bahkan ada skating ring, ini satu-satunya mall dimana kamu bisa coba ice skating-an kapanpun. Di deketnya MTA kamu bisa ke Central Park yang di dalam mall-nya ada semacam area taman outdoor yang punya jejeran restoran dan kamu bisa bawa binatang peliharaan seperti anjing dan kucing.

via jakarta.panduanwisata.id

via gregorygavin.wordpress.com

Nah untuk Jakarta Timur, kamu bisa coba ke Cipinang Indah yang walaupun mall-nya belum se-berkembang dan brand yang ada belum seramai mal-mal lain yang ada di daerah lain Jakarta, tapi udah lumayan oke untuk kamu yang mau window shopping dan ngadem di Jakarta secara gratis!

via tripadvisor.com

 

12. MENYAKSIKAN JALANAN PROTOKOL DIPENUHI WARGA IBUKOTA DI CAR FREE DAY SETIAP HARI MINGGU

Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor sebenarnya sudah ada sejak 2002 lalu setiap hari minggu di akhir bulan, tapi pada tahun 2012 pelaksanaan CFD ini menjadi setiap hari minggu dari pukul 6 pagi hingga 11 siang. CFD yang paling ramai ada di daerah protokol yaitu dari jalan lurusan dari Monas hingga Sudirman.

via kompasiana.com

Di CFD, kamu bebas ngapain aja, asal bukan ngendarain kendaraan bermotor. Kebanyakan sih olahraga kaya jogging atau sepeda-an, kalau mau jalan santai juga bisa sambil lihat-lihat dan kalau capek tinggal duduk di pinggir jalan atau tengah jalan secara ga ada kendaraan bermotor kecuali bus TransJakarta yang udah punya jalurnya sendiri. ?

via istania.net

via namnamstory.blogspot.co.id

Kalau kamu orangnya agak mager, kamu juga bisa ke sini untuk sekedar jajan-jajan karena ada banyak banget tukang jajanan pinggir jalan yang menjajakan makanannya, seperti ketoprak dan lontong sayur sampai pedagang makanan yang biasanya kamu temuin di Instagram yang ikut buka lapak di sini seperti jus untuk minuman sehat.

via kompasiana.com 

via pasangmata.detik.com

Selain olahraga dan makan-makan, CFD juga sering dipakai untuk berkampanye dan berkegiatan oleh komunitas atau dari kementerian dan perusahaan komersil. Pokoknya kalau kamu datang kesini, kamu bisa melihat warga ibukota tumpah ruah dengan segala aktivitas yang mereka lakukan.

via ghiboo.com 

via nurilez.wordpress.com

 

13. MAIN KE KAMPUNG BETAWI SETU BABAKAN 

Kalau kamu berminat untuk mengetahui lebih dalam tentang kebudayaan Suku Betawi yang merupakan suku asli Jakarta, pas nih kalau kamu kesini. Biaya masuknya gratis dan kamu bisa menikmati berbagi hal khas Betawi di sana. Letaknya ada di Jakarta Selatan yang udah deket Depok, tepatnya di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa.

via gobetawi.com

via republika.co.id

Pertama-tama kamu akan disambut oleh semacam Gapura yang bertuliskan ‘Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan’ terus ketika masuk kamu bisa melihat rumah asli Betawi yang khas, danau yang ada bebek-bebekan yang bisa kamu naikin dan penjaja jajanan khas Betawi di pinggir-pinggir Danau. Kamu harus coba kuliner khas Betawi yang paling terkenal yaitu kerak telor, selain itu juga ada toge goreng, laksa, soto betawi, gado-gado, ikan pecak, tape uli, wajik dan bir pletok yang ga ada alkoholnya.

via indoindians.com

via tabloidwisata.com

via konfrontasi.com

Selain wisata kuliner dan naik bebek-bebekan, kamu juga bisa coba naik perahu naga yang bisa menampung hingga 20 orang atau coba memancing yang ikannya bisa kamu bawa pulang dengan gratis. Kalau lagi ramai misalnya saat weekend, di sini biasanya ada pagelaran seni tari dan musik daerah Betawi yang diinisiasi oleh Lembaga Kebudayaan Betawi. 

via merdeka.com

via nusantara.rmol.co

via m.metrotvnews.com

 

14. MENGAGUMI KARYA SENIMAN JALANAN IBUKOTA DI DAERAH KOTA TUA 

Daerah Kota Tua memang merupakan salah satu daerah di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan maupun penduduk asli Jakarta untuk mencari hiburan. Letaknya di pinggir jalan besar dan dapat dijangkau dengaan jalan kaki dari stasiun Kereta Jakarta Kota ataupun Halte Bus TransJakarta. Begitu sampai, kamu langsung akan tahu kenapa namanya Kota Tua dengan merasakan aura-aura bangunan yang ada di sana.

via harnas.co

via blog.hulaa.com

Kota Tua ramai selain karena banyaknya museum yang ngumpul di sini sehingga kamu bisa museum hopping dengan jalan kaki, tapi juga karena pada malam minggu biasanya berubah jadi pasar malam dan siang hari di setiap harinya banyak seniman jalanan yang berkumpul di sini. Para seniman ini ada banyak macamnya, ada yang jago buat lukisan dan sketsa wajah, yang katanya ramai didatangi oleh orang yang pacaran dan minta dilukis wajah dia dan pasangannya. Ada juga yang mahir menghias tangan sampai meramal garis tangan dan membuat tato.

via sixthseal.com

via kekeyohanes.blogspot.co.id

via wego.co.id

Selain itu, kamu juga bisa bertemu dengan seniman yang sering disebut manusia batu. Mereka berasal dari sebuah komunitas dan mampu mendandani dirinya menyerupai suatu tokoh dan diam seperti batu untuk menghiasi lapangan Kota Tua. Kebanyakan pendatang akan berfoto dengan mereka dan semacam menyawer serelanya.

via detik.com

via republika.co.id

via fannyoctavianisari.blogspot.co.id

Di saat lain, kamu juga bisa melihat pertunjukan kuda lumping dan pengamen jalanan yang khusus ada di kawasan wisata dengan alat musik yang lebih lengkap daripada pengamen biasanya. Kamu tinggal keliling-keliling aja di daerah ini tanpa dipungut biaya sepeserpun.

via fotografi.blog.gunadarma.ac.id

via soundtrack-hidup.blogspot.co.id

 

15. MELIHAT KERUKUNAN AGAMA DI GEREJA KATEDRAL DAN MASJID ISTIQLAL

Indonesia menganut Bhinneka Tunggal Ika yang artinya walaupun berbeda-beda tapi tetap satu. Nah hal ini tercermin salah satunya dalam hal kerukunan agama pada Gereja Katedral Jakarta yang letaknya berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Mereka adanya di Jakarta Pusat, dekat dari Pasar Baru. Walaupun letaknya berseberangan, tapi tidak terjadi keributan antar umatnya dan masing-masing umatnya dapat beribadah dengan baik sesuai yang diajarkan masing-masing agama.

via intisari-online.com

Kamu bisa menjelajahi Katedral, asal jangan ketika ada misa hari Sabtu sore atau Minggu. Coba datang pas weekdays atau Sabtu pagi, dan kamu bakal amazed sama arsitekturnya. Jadi berasa ada di Vatikan beneran dengan gambar-gambar di dinding dan aura di dalam gereja itu sendiri. Ditambah ada alat musik orgel yang berupa organ tapi dengan pipa-pipa yang besar, yang bikin merinding ketika dimainin karena suaranya akan menggema di dalam gereja.

via flickr.com/Scott Rotzoll

via insideinside.org

Kalau udah selesai tur di dalam Gereja, kamu bisa muter-muter di sekeliling Katedral untuk lihat bangunannya secara keseluruhan atau pergi ke samping di tempat orang banyak berdoa di Patung Bunda Maria. Gereja Katedral juga memiliki museum yang berisi artefak namun hanya dibuka pada jam-jam tertentu. ?

via travellermeds.blogspot.co.id

via harnas.co

Setelah puas keliling Gereja Katedral yang kental dengan kesan Katolik Eropanya, kamu nyebrang untuk lihat-lihat Masjid Istiqlal. Masjid terbesar se-Asia Tenggara ini luasnya mencapai 9.5 hektar dan dapat menampung hingga 61 ribu jemaah. Kamu bisa bebas jalan-jalan sambil lihat komplek masjidnya yang dengan konsep bangunan terbuka dan banyak pintu masuk kesannya semakin luas. ?

via beautifulmosque.com

via onlineonly.christies.com

Lambang lainnya dari Bhinneka Tunggal Ika adalah ternyata masjid yang dibangun pada tahun 1961 ternyata merupakan hasil rancangan dari seorang arsitek beragama Kristen bernama Frederich Silaban yang kala itu memenangkan Sayembara untuk bangunan masjid. Gimana Gaes, Indonesia rukun kan?

via vizts.com

via idntimes.com

 

16. DUDUK-DUDUK SANTAI DI TAMAN CATTLEYA 

Sekarang ini di Jakarta semakin banyak dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk mengimbangi asap polusi dan gedung-gedung yang ada di ibukota. Nah salah satu RTH yang ada yaitu Taman Cattleya yang letaknya di Tomang, Jakarta Barat. Taman seluas 3 hektar ini nyaman untuk didatangi bersama keluarga, pasangan maupun teman-teman.

 

via akhsanisme.blogspot.co.id

via jakarta.go.id

Tentu saja masuknya gratis dan kamu bisa bebas ngapa-ngapain di sini asal masih sopan dan tidak mengganggu orang lain. Ada sekelompok orang yang mancing di parit besarnya (gatau deh ini beneran dapet ikan atau ngga ihihi), ada juga yang cuma mengamati daerah sekitar.

via causethis-ismyownworld.blogspot.co.id

via tripadvisor.co.id

Yang paling seru sih kalau kamu menggelar kain untuk duduk-duduk santai di tamannya. Ya atau bisa ala-ala piknik laaah. Kan jarang-jarang di kota megapolitan nemu ruang hijau yang bebas diapa-apain, karena seringnya mah nemu gedung-gedung. Untuk keberlanjutan kehijauan taman ini, disini juga ada rumah kompos loh Gaes!

via rikamargaretta.com

via kabarkampus.com

 

17. HUNTING FOTO DI SEKITARAN DAERAH SUNDA KELAPA 

Untuk kamu yang suka hunting foto, pasti ga asing lagi sama daerah Sunda Kelapa khususnya pelabuhan. Pelabuhan ini masih aktif beroperasi hingga sekarang, walaupun bukan merupakan pelabuhan utama Jakarta. Makanya tepat banget kalau kamu hunting foto kesini karena masih bisa dapetin obyek dan kegiatan pelabuhan tapi ga seramai Pelabuhan Tanjung Priok, gratis pula kalau kamu masuk tanpa membawa kendaraan.

via port.trikarsa.com

via dronestagr.am 

Letaknya dekat daerah Kota Tua, bahkan kalau niat kamu bisa jalan kaki kesini dari Kota Tua. Masuk ke Pelabuhan Sunda Kelapa kamu akan melihat kapal-kapal phinisi besar seperti di bawah ini. ?

via weareworldaholics.com 

via tripadvisor.com

Selain kapal besar, ada juga kapal kecil yang bentuknya seperti sampan yang biasanya digunakan kalau kamu mau keliling-keliling di air Pelabuhan Sunda Kelapa menyambangi Desa Nelayannya.

via fayfirdausi.wordpress.com

Obyek lainnya yang bisa kamu foto adalah peti-peti kemas warna warni atau barang bongkar muat lainnya dari kapal yang cakep buat background fotoan.

via hutjakarta.ucontest.info

via pandajajan.com

Kamu juga bisa membidik kegiatan yang berlangsung di pelabuhan mulai dari keluar masuk kendaraan, bongkar muat barang, dan sebagainya.

via kompas.com

via okezone.com

Puas-puasin deh foto-foto di sini sampai gelap, karena kamu akan mendapatkan sunset yang indah dengan obyek kapal dan obyek pelengkap yang ada di sekeliling Pelabuhan Sunda Kelapa.

via okezone.com

via anythingjakarta.com

Selain Pelabuhan Sunda Kelapa, di dekat situ juga ada obyek wisata bernama Menara Syahbandar yang adanya di sebelah Kali Ciliwung, tepatnya di Jalan Pasar Ikan No. 1. Menara ini berdiri pada tahun 1640 yang fungsinya adalah sebagai menara peninjau dengan tingginya yang mencapai 40 meter dapat melihat ke arah Pelabuhan Sunda Kelapa dan Kota Batavia. Kamu bisa foto-foto di daerah sekitar Menara Syahbandar dengan naik ke atas lewat tangga yang ada di dalam menara. Ga perlu takut jatuh karena bangunan ini pernah dipugar pada tahun 1839.

via dolanmaning.com 

via rendykamil.wordpress.com

via hiveminer.com

Dari atas Menara Syahbandar kamu bisa melihat Galangan VOC yang dulu pada zaman penjajahan Belanda berfungsi sebagai tempat untuk menurunkan muatan dari kapal yang datang ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Sekarang, Galangan VOC sudah diperbaharui jadi kamu bisa menemukan kafe dan tempat les menari di situ. Jangan lupa permisi kalau mau hunting foto di sini, karena terkadang pihak pengelola memberikan tarif untuk orang yang datang untuk hunting foto, tapi kalau lagi hoki, pihak pengelolanya mengizinkan kamu untuk hunting foto disana dengan gratis.

via jakartasavvy.com

via jalanjalan.co 

via indonesia-heritage.net

Satu lagi yang bisa kamu datangi adalah Museum Bahari yang letaknya sangat dekat dari Menara Syahbandar, agak masuk gang sedikit dari Jalan Pasar Ikan itu. Untuk masuk museum ini tidak gratis, tapi biaya masuknya juga ga bikin kantong jebol. Kamu akan lihat arsitektur bangunan museum ini kental dengan bangunan Belanda dengan koleksi-koleksi yang ada di dalamnya seputar benda-benda sejarah kelautan.

via kebudayaan.kemdikbud.go.id

via yanurto.blogspot.co.id

via indonesiakaya.com

 

18. ?BERTANDANG KE MUSEUM TENGAH KEBUN DI KEMANG

Hal terakhir yang dibahas untuk kegiatan seru dan gratis di Jakarta adalah datang ke Museum Tengah Kebun yang ada di Kemang Timur No. 66. Museum ini dimiliki secara pribadi oleh Pak Sjahriar Djalil yang merupakan pebisnis dan orang yang berpengaruh di industri periklanan Indonesia. Beliau mulai membangun museum ini pada awalnya dari hobi untuk mengoleksi barang antik sampai memiliki niat untuk mengembalikan barang-barang antik dari Indonesia yang tersebar di dunia.

via pegipegi.com

via mahendradhani.blogspot.co.id

Museum ini adalah rumah pribadi Pak Sjahriar Djalil yang ada di tanah seluas 4200 meter persegi yang sebagian besarnya adalah kebun, makanya museumnya dinamakan Museum Tengah Kebun. Jalan masuk dari pagar sampai ke depan rumah seperti lorong atau gang kecil tapi ketika sudah sampai dalam, luas banget Gaes! Apalagi untuk ukuran rumah..

via gokemang.com

via jatik.com

via kompas.com

Koleksinya ada lebih dari 2800 yang berhasil dikumpulkan selama 42 tahun yang biasanya didapatkan dari hasil lelang di negara-negara lain. Beliau mengaku, koleksinya sebenarnya lebih banyak lagi, namun ada beberapa yang tertahan di bea cukai sehingga tidak dapat dipajang di museum. Koleksinya sangat beragam, mulai dari topeng, arca, patung, patung batu Ganesha, bahkan beliau memiliki lukisan Picasso di kamarnya.

via jakarta.panduanwisata.id

via backpackstory.wordpress.com

via viva.co.id

Jangan takut tersesat kalau kesana, karena ada guide yang merupakan keponakan Pak Sjahriar bernama Pak Mirza Djalil yang siap memandu dan menjelaskan setiap barang-barang yang ada di sana. Beliau berpengetahuan luas dan sangat ramah, jangan sungkan untuk tanya-tanya ya Gaes! Selain nyeritain benda-benda koleksi, beliau juga akan nyeritain kamu penunggu yang suka ada di beberapa benda koleksi. Untuk kamu yang punya indra keenam hati-hati ya Gaes kalau di sini, kamu akan mendengar atau merasakan sesuatu hehehe tapi aman kok ga pernah ada yang sampe kesurupan parah. ?

via satyawinnie.com 

via viva.co.id

Kamu bisa berkunjung ke sini setiap hari Rabu, Kamis, Sabtu, dan Minggu jam 09.00-12.00 dan 12.30-15.30 dengan rombongan minimal 7 orang maksimal 15 orang. Jangan lupa untuk membuat reservasi terlebih dahulu dengan telepon ke 087782387666 atau 021-7196907. Dulu membuat reservasi gratis Gaes, tapi katanya sih sekarang kalau mau membuat reservasi harus memberikan jaminan sebesar Rp 200.000 yang akan dikembalikan ketika kamu datang untuk mencegah pembatalan. Mungkin karena semakin banyak orang yang ke sini ya. Jangan sampai telat ya Gaes supaya selesainya juga ga ngaret dan rombongan selanjutnya bisa tepat waktu.

via lialt.blogspot.co.id

via ubermoon.wordpress.com

 

Itu dia 18 Kegiatan yang seru dan bikin hepi tapi bisa didapatkan dengan gratis di Jakarta yang mana pipis aja bayar. Kalau kamu belum ada plan apa-apa di weekend ini coba salah satu dari 18 list yang sudah ada di atas yang bisa bikin hemat tapi menyenangkan.

 

 


editor
Editor Chiquita Marbun
or simply called Tita, currently pursuing higher degree in education simply just to postpone her parents-told-destiny to work in a company. You'll either find her lying under the sun by the calm beach or trying several menus on the authentic restaurant if

Rekomendasi Kami

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.