Jawa Tengah - 317 Hits

Jujur, buat gue salah satu tujuan jalan-jalan itu ya untuk pamer. Iya gak sih?

Nah, bentuk pamer ini kan sebenernya ada macem-macem ya, dari mulai pamer foto selfie, pamer oleh-oleh, pamer kulit yang tanned (duhileh bule kali ah), pamer pacar baru (biasanya pacarnya bule) yang gak sengaja nemu di Kuta atau yang paling baru: pamer lokasi di sosial media. Buat gue, pamer yang terakhir ini yang paling asyik, karena keren aja gitu kalo tiba-tiba lo ngepost “Awake in Labuan Bajo” atau “Awake in Banda Aceh” padahal semalemnya masih “Sleep in Jakarta”. Ya kan?

Buat yang suka banget pamer-pamer pas traveling macem kayak gini, gue saranin lo main ke Dieng deh. Masalahnya, Dieng punya beberapa tempat dengan predikat “Ter” yang meliputi ruang lingkup Pulau Jawa, Asia sampai Dunia. Hal ini jelas bakal bikin kegiatan pamer lo makin berkelas, secara lo jadi keliatan gak traveling ke tempat yang biasa tapi ke tempat yang seakan-akan udah berlabel internasional. Dan udah gitu, lo bisa check in ke tempat-tempat ini cuma dalam waktu 24 jam karena mereka terletak dalam satu wilayah. Baru sejam check in di tempat “Ter” yang pertama udah ganti check in di tempat “Ter” yang lainnya. Ini pasti bakalan bikin temen lo mikir ‘nih anak sebenernya lagi traveling ke mana sih?’. Kebayang kan ekspresi temen-temen lo di sosmed akan kayak gimana? :))))

Via flickr.com (Paul Arps)

Pamer lokasi ini udah bisa lo mulai saat lo sampai di kawasan Dieng. Tandanya lo udah sampai di Dieng adalah ketika lo naik mikro bus dan si kenek bilang “pertigaan-pertigaan” (wkwkwk, absurb banget yak clue-nya, tapi emang beneran gitu kok :’>). Nah, di pertigaan ini lo udah bisa mulai aktivitas ber-pamer-ria. Tapi, jangan salah tulis ya. Jangan tulis ‘Finally Arrived in Dieng’ karena itu akan terlihat biasa aja. Tulislah ‘Finally Arrived in the Second Highest Highland in the World’ #woelah. Gak perlu takut dikira tukang kibul, karena nyatanya Dieng yang memiliki ketinggian 2000 mdpl ini emang merupakan dataran tertinggi kedua di dunia setelah Tibet. Nah biar makin seru, jangan bawa embel-embel Dieng-nya, supaya temen-temen lo pada mati penasaran nebak dimana sebenernya dataran tertinggi kedua di dunia itu. :p

Besokanya, setelah hari sebelumnya puas keliling Dieng dan foto-foto bareng Telaga Warna, saatnya lo untuk mulai pamer lagi. Kali ini, lo harus sedikit susah payah nanjak bukit di pagi hari buta karena yang akan lo liat adalah The Best Sunrise in Asia. Lokasi ngeliat sunrise terbaik se-Asia ini ada di Bukit Sikunir yang masih ada di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Alasan kenapa Sunrise di Bukit Sikunir bisa dapet predikat The Best in Asia karena bentuk matahari yang muncul di sini terlihat bulat sempurna seperti telor mata sapi, lengkap dengan warnanya yang orens pekat. Pokoknya cakep banget buat dijadiin bahan narsis dan lo pake sebagai pelengkap saat check in di Path yang otomatis bikin pamer lo jadi maksimal.

Udah puas nontonin sunrise terbaik se-Asia, saatnya kembali ke penginapan untuk siap-siap pulang. Tapi, sebelum itu, gak ada salahnya kalo lo mampir dulu ke Desa Sembungan yang satu arah dengan penginapan. Berhubung pasti lo capek abis nanjak-nanjak Bukit Sikunir ya kan, di sini lo bisa ngisi energi sebentar dengan sarapan makanan sederhana yang di jual penduduk di sepanjang jalan. Menunya sih standar, paling ya nasi uduk kampung. Tapi, nasi uduk kampung itu bakal terasa istimewa karena lo makannya di tempat yang gak biasa, karena ternyata Desa Sembungan ini adalah desa tertinggi di Pulau Jawa. Disebut desa tertinggi di Jawa karena emang letaknya ada di ketinggian 2300-an mdpl. Kapan lagi coba bisa ngupdate lagi makan nasi uduk tanpa ngerasa gengsi karena lo makannya di desa tertinggi di Pulau Jawa?

Via flickr.com (Wana Darma)

 

Pamer di sosial media saat traveling emang gak bisa dihindarin ya. Nikmatnya ngeliat temen marah-marah karena ngiri atau dapet love banyak itu rasanya menggelegar. Menurut gue, hal ini lumrah-lumrah aja, namanya juga kita makhluk sosial dan kebetulan lahir dan besar di Indonesia yang kadar narsisnya setingkat lebih tinggi dari negara lain. Tapi ya jangan sampe mainan sosial media ini ngilangin esensi jalan-jalan itu sendiri. Karena sebenernya, pamer via sosial media hanyalah bumbu dari perjalanan, dengan hidangan utamanya yaitu indahnya pemandangan di depan. Kan begitu. Setuju?

 

CARA KE DIENG

Transportasi Umum Ke Dieng

  • Transportasi Bus dari Jakarta ke Dieng

1. Dari terminal Rawamangun dan Tanjung Priok naik bus Pahala Kencana Rp 160.000 (tahun 2014) berangkat jam 7 malam.
2. Dari terminal Kampung Rambutan, Pasar Minggu, Depok dan Bogor naik bus Sinar Jaya Rp 95.000 (tahun 2014) berangkat jam 5 sore. Telpon untuk pesan tiket 0286-3325689/0286-5802245.
3. Dari Pool Damri Kemayoran Rp 65.000 (ekonomi), Rp 77.000 (patas ekonomi), Rp 85.000 AC (ekonomi) dan Rp 102.000 (AC patas) berangkat paling malam jam 8.
4. Perjalanan rata-rata memakan waktu 13 jam sampai ke terminal Wonosobo. Dari terminal Wonosobo lanjut naik Mikro Bus Rp 10.000 sampai ke Dieng. Mikro bus paling malam jam 6 sore. Lama perjalanan 1 jam.

  • Transportasi Bus dari Purwokerto ke Dieng

Lo bisa naik bisa seharga Rp 20.000 (Januari 2013) dari Terminal Purwokerto. Perjalanan sekitar 3 jam. Jalur Purwokerto ini biasanya diambil sama orang-orang Jakarta yang awalnya naik kereta dan lanjut dengan bis. Telpon agen bus 0281-639286.

  • Transportasi Bus dari Jogja ke Dieng

Dari terminal Jombor naik bus tujuan Magelang Rp 10.000 (tahun 2014) dan lanjut dari Magelang ke Wonosobo naik bus Rp 20.000 (tahun 2014). Lama perjalanan 3,5 jam sampai Terminal Wonosobo. Dari Terminal Wonosobo lanjut naik Mikro Bus kayak di atas. Lama perjalanan sekitar 4,5 jam.

  • Transportasi Bus dari Kutoarjo ke Dieng

Dari Stasiun Kutoarjo naik angkutan kecil warna kuning menuju MPS Rp 5.000 (tahun 2014). Dari MPS naik mikro bus tujuan Wonosobo Rp 20.000 (tahun 2014) sampai Terminal Wonosobo. Selanjutnya naik mikro bus kayak di atas.

  • Transportasi Bus dari Kebumen ke Dieng

Naik Mikro Bus sampe Terminal Prembun Rp 5.000 (November 2013). Dari Terminal Prembun, cari bus tujuan Wonosobo Rp 25.000 (November 2013). Dari terminal Wonosobo naik Mikro Bus kayak di atas.

  • Transportasi Bus dari Semarang ke Dieng

Dari Terminal Terboyo naik bus jurusan Wonosobo Rp 20.000. Lama perjalanan 4-5 jam.

  • Transportasi Kereta Ke Dieng

Karena di Dieng gak ada Stasiun secara letaknya yang ada di tengah-tengah Pulua Jawa, maka lo harus turun di Stasiun Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo atau Jogja dan dilanjutin naik bus seperti yang udah dijabarin di atas. Untuk kelas AC ekonomi. Rata-rata harganya Rp 50.000-Rp 55.000 (Juni 2014) dan akan naik bulan September nanti <!--3-->

  • Transportasi Pesawat ke Dieng

Ya ampun, di Dieng belom ada bandara btw. Jadi kalo mau naik pesawat bisa sampai Jogja atau Semarang trus lanjut naik angkutan yang udah dijabarin di atas.

  • Sewa Mobil di Dieng

Karena letak satu tempat wisata dengan tempat wisata lainnya tuh jauh, buat yang punya budget lebih bisa nyewa mobil. Harganya Rp 500.000-600.000 (tahun 2014) tergantung tipe dan udah termasuk supir dan bensin. Harga gak termasuk kalo lagi high season yak. Kelebihan sewa mobil adalah kita bisa minta jemput di Terminal Wonosobo jadi turun bus kota langsung cabut ke Dieng.

  • Sewa Motor di Dieng

Buat yang budgetnya kecil jangan sedih. Selalu ada cara untuk jadi murah. Di Dieng ada sewa motor biasanya di homestay-homestay. Harganya Rp 125.000 (Nov 2013) untuk 24 jam belom termasuk bensin.

  • Ojek di Dieng

Yak ini dia pilihan yang tepat buat para solo traveler. Lo bisa sewa ojek harganya 150.000 (Nov 2013). Keuntungannya? Lo gak perlu nyasar nyari jalan, lo gak perlu kedinginan nyetir motor, diceritain cerita-cerita di Dieng dan yang terpenting: bisa minta difotoin secara lo lagi jalan sendiri ya kan.

PENGINAPAN DI DIENG
Penginapan di Dieng itu kelasnya masih homestay, belum ada hotel. Tapi biarpun gitu, fasilitas udah lumayan kok kayak air panas dan wifi. Range harga dari Rp 75.000-350.000 (tahun 2014). Salah satu yang paling recomended adalah penginapan Bu Djono, lokasinya di pertigaan Dieng. Harga permalemnya Rp 75.000 dengan fasilitas wifi dan air panas. Satu kamar bisa diisi 3 orang.

EVENT DI DIENG
Di Dieng, ada acara tahunan namana Dieng Culture Festival. Acara ini hits parah, tahun 2013 aja ada 30.000 orang dateng ke festival ini.
TIPS
Bawa jaket, jaket dan jaket. Sarung tangan kalo perlu dan kupluk juga penting. Ini seriusan, kalo lagi kemarau suhunya bisa sampe 0 derajat celsius sampe air pada jadi es. Kebayang kan dinginnya kayak apa? Selain itu, bawa sepatu yang proper buat naik ke sikunir. Jangan yang solnya udah aus apalagi nekat pake sendal ando, kepeleset mulu ntar yang ada.
 

 


#Travel #Alam
Penulis
Penulis alfitrahmat saputro
working in an agency doesn't deter him to keep exploring Indonesia in any free time he had. As a matter of fact, he, who wanted to write a book someday, seems to always be the first person among his friends that has visited any newly-hip beach destination

Rekomendasi Lainnya

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.