Refleksi Diri di Museum Tsunami Aceh


Aceh - City Tour - 315 Hits

?Sebelum Desember tahun 2004, masyarakat Indonesia nggak begitu familiar dengan yang namanya tsunami. Padahal, letak negara kita ini ada di kawasan cincin api yang rentan banget sama bencana seperti gempa bumi dan tsunami itu sendiri.

Via glory-travel.com

Hingga suatu hari, di minggu pagi di akhir tahun 2004, tsunami terjadi di Aceh yang akrab dikenal sebagai bumi serambi mekkah. Tsunami tersebut telah menghancurkan sebagian besar pesisir Aceh dan menjadi salah satu musibah terbesar yang pernah dialami Indonesia.
Tapi, walaupun begitu tsunami Aceh tersebut juga telah sukses membuka mata masyarakat Indonesia mengenai bencana tsunami sehingga memberi pelajaran sebagai sisi positif dari bencana ini.

Via varia.id

Maka dari itu, pemerintah memutuskan untuk membangun sebuah museum sebagai tempat mengenang peristiwa tersebut dan juga sebagai tempat edukasi bencana tsunami. Dan diresmikanlah Museum Tsunami di tahun 2009 di Banda Aceh. Oh ya, desain museum ini dikerjakan oleh Ridwan Kamil yang tak lain dan tak bukan adalah Walikota Bandung saat ini.

Via sengpaku.blogspot.co.id

Desain dari kang Ridwan Kamil terpilih pada kompetisi merancang Museum Tsunami di tahun 2007. Desain tersebut dinamai 'Rumoh Aceh as Escape Hill' yang memiliki desain menyerupai kapal lengkap dengan cerobong asapnya.

Via KSMtour.com

Masuk ke museum ini bakal membuat kamu merasakan bagaimana rasanya saat terjadi tsunami. Saat pertama kali masuk, kamu akan disambut oleh lorong sempit yang di kanan kirinya terdapat semacam air terjun buatan yang bergemuruh seperti suara air tsunami. Lorong menuju pintu masuk tersebut dinamain 'Space of Fear'. Wajar dinamain begitu karena lorong tersebut cukup menakutkan untuk dilalui, kombinasi antara kondisi lorong yang sempit dan gelap serta suara gemuruh mirip tsunami sukses menciptakan ambience yang membuat kita seolah-olah ada di tempat kejadian waktu itu. Serem dan bikin merinding deh, beneran.

Via mimzee24.blogspot.co.id

Sesampainya di dalam, terdapat semacam hall berisi banyak sekali layar yang dinamai 'Space of Memory'. Layar-layar di hall tersebut menampilkan hasil dokumentasi yang berhasil didiambil sesaat dan setelah tsunami terjadi, yang bisa menggambarkan seberapa mengerikan kondisi Aceh saat itu. Di sini, pengunjung seolah dibawa ke lautan refleksi diri bahwasanya apa yang kita miliki bisa direnggut dalam sekejap mata (mendadak bijaksana). 

Via cool4myeyes.com

Beranjak dari 'Space of Memory', kamu akan menemukan 'Space of Sorrow' yang mungkin merupakan bagian paling meyentuh dari museum ini. Di ruangan ini terdapat nama-nama korban tsunami yang terpatri di dinding. Ada ribuan nama di sana, namun ternyata belum cukup juga menampung seluruh nama korban tsunami yang mencapai 100,000 lebih. 

Via okezone.com

Via instagram.com/alfitsaputro

Untuk menciptakan kesan refleksi diri bagi para pengunjung, Kang Emil pun mendesain ruangan ini dengan apik dimana di bagian atas dari nama-nama ini terdapat sebuah lubang cahaya dengan tulisan "Allah" di tengah-tengahnya plus diputarkan juga ayat-ayat Al-Quran yang menambah kesan dramatis. Sebagai simbol bahwa semua yang bernyawa akan kembali kepada-Nya, dengan cara yang berbeda-beda dan tak pernah terduga.

Via instagram.com/alfitsaputro

Via liputan6.com

Ruangan selanjutnya adalah 'Space of Confuse'. Space of Confuse menyimbolkan kebingungan warga Aceh pasca tsunami dimana ruangan ini berupa lorong yang lantainya sengaja dibuat berkelok-kelok dan tidak rata sehingga siapapun yang melewatinya dapat merasakan kebingungan yang dirasakan warga Aceh saat itu akan arah tujuan, kebingungan karena kehilangan keluarga dan kebingungan karena kehilangan harta benda. Berjalan di dalam lorong ini akan membawa kamu pada sebuah jembatan yang dinamakan 'Space of Hope' dimana dari atas jembatan kamu bisa melihat 54 bendera negara-negara yang telah membantu Aceh untuk pulih setelah tsunami.

Via instagram.com/alfitsaputro

Setelah melewati dan merasakan ruangan-ruangan yang memiliki filosofi masing-masing, saatnya kamu memasuki ruang pamer dari Museum Tsunami ini. Di sini, ada ruang pamer yang berupa studio yang memutarkan video dokumentasi dari tsunami Aceh dan ada juga ruang pamer dari diorama-diorama yang menceritakan detail kejadian tsunami kala itu.

Via instagram.com/alfitsaputro

Via instagram.com/alfitsaputro

Pasti ada diantara kamu yang bete dan males kalau diajak ke museum. "Duh boring ah" atau "Duh kurang adventurous ah gak sesuai sama personal branding gue yang anak alam bangeets", nah alasan-alasan macem gitu mending dibuang jauh-jauh. Selain karena Museum Tsunami ini kereeen banget (karena rasanya seperti jalan-jalan di galeri seni kesayangan Kakak-kakak hipster), kamu juga bisa banyak belajar mengenai bencana terbesar yang pernah dialami Indonesia. Dan yang terpenting, berkunjung ke Museum Tsunami bisa membuat kamu langsung refleksi diri akan dosa-dosa karena sadar "dipanggil" bisa kapan aja terjadi. Yang pasti akan langsung bikin kamu ingin cepet-cepet pergi ke Masjid Raya Baiturrahman buat solat minta ampun hehe.


#Travel #Liburan
editor
Editor Arya Satya Nugraha
a writer born-to-be. Atypical writer who talk less but once he writes, it'll make you drop your jaw because of two things : it is very good and it is very cynical, which is why we like him

Dapatkan inspirasi jalan-jalan di Indonesia ke e-mail Kamu

Kamu akan mendapatkan ide jalan-jalan di Indonesia dengan berlangganan newsletter kami.